Demiliterisasi, Upaya Barat Membungkam Perlawanan Rakyat Gaza

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads
Demiliterisasi, Upaya Barat Membungkam Perlawanan Rakyat Gaza

Tinta Media – Wacana demiliterisasi Gaza kembali mencuat. BoP mendesak Hamas untuk melucuti senjatanya sebagai syarat rencana perdamaian Gaza. Namun, tuntutan ini langsung ditolak oleh Hamas karena dianggap mengancam dan mengacaukan eksistensi serta perjuangan mereka dalam upaya mempertahankan Gaza.

Di sisi lain, realitas di lapangan menunjukkan bahwa meskipun gencatan senjata telah diumumkan, serangan oleh Israel masih terus berlanjut hingga menelan korban sipil. Jelas, pernyataan ini tidak bisa dipercaya karena BoP bukan mediator global, tetapi jebakan kapitalisme global yang condong pada kepentingan Barat dan Zionis. Contohnya, sudah berapa kali setelah berlangsungnya pembantaian di Gaza diumumkan gencatan senjata oleh Zionis, namun itu hanyalah pernyataan palsu karena pembantaian tersebut masih berlanjut sampai detik ini.

Banyak pihak memandang bahwa dorongan tersebut bukanlah langkah netral, melainkan bagian dari tekanan politik yang cenderung menguntungkan kepentingan Barat. Ketika satu pihak diminta melucuti senjata, sementara pihak lain tetap memiliki kekuatan militer penuh, muncul pertanyaan besar tentang keadilan dan keseimbangan dalam proses perdamaian itu sendiri. Dari situasi konflik yang benar-benar belum berhenti, hal ini juga bisa dipersepsikan sebagai upaya melemahkan posisi tawar suatu pihak. Di sinilah terjadi pertarungan narasi, apakah perlawanan dianggap sebagai hak mempertahankan diri atau justru dilabeli sebagai ancaman yang harus dihentikan.

Di sisi lain, penderitaan warga sipil Gaza yang terus berlanjut menunjukkan bahwa akar persoalan belum tersentuh secara mendasar. Gencatan senjata yang berulang kali dilanggar memperlihatkan rapuhnya solusi berbasis kesepakatan politik semata tanpa adanya jaminan perlindungan yang nyata bagi masyarakat.

Bagaimana menghadirkan keadilan yang nyata dan menghentikan kekerasan. Umat harus disadarkan melalui dakwah agar umat sadar bahwa persatuan kaum muslimin adalah salah satu kekuatan untuk melawan.

Solusi Gaza bukan diplomasi, tetapi Palestina adalah wilayah Islam yang harus dibebaskan melalui kekuatan militer, bukan negosiasi. Dalam Daulah Khilafah, khalifah akan menggerakkan kekuatan militer seluruh negeri-negeri muslim untuk mengusir penjajah Zionis. Khalifah adalah raa’in dan junnah yang akan melindungi nyawa kaum muslim.

Oleh: Wina Audina
Sahabat Tinta Media

Loading

Views: 16

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA