Peretas Marak, Apa Solusinya?

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Adab, etika, atau moral itu seharusnya menjadi cermin diri. Kita ini punya hati yang sejatinya suci, tapi ketika dikotori dengan hal-hal negatif maka perlahan musnah sudah naluri tiada arti. Kebiasaan buruk akan terus terpatri, pada diri seseorang apabila tidak ada keinginan hijrah. Tergantung bagaimana individu memahami suatu hal, misalnya baik atau buruk tanpa berpikir jangka panjang dan pendeknya.

Sebagai gambaran saja, kemudahan komunikasi, teknologi, atau informasi luar biasa pesatnya. Sudah tidak aneh lagi, bocah-bocah familiar dengan gadget atau anak balita main game, ‘scroll-scroll’ nonton biar anteng atau ga rewel diberikan HP (Handphone). Yah begitulah fenomena jaman sekarang, sudah tidak lagi berpikir dampak seperti apa. Yang penting dia senang, tidak nangis atau mengganggu kita. Kurang lebih seperti itu, kemudian menyalahkan teknologi atau mengambinghitamkan gadget. Padahal itu semua hanyalah alat, penggunaannya tergantung kita sebagai manusia mau seperti apa.

Contoh pisau, alat memotong benda-benda yang perlu dibelah, bukan untuk membunuh. Atau contoh lain dalam kehidupan sehari-hari, pena/bolpoin untuk menulis kata-kata kebaikan atau keburukan. Begitu pun dengan teknologi, bila kita tidak bijak maka terperosoklah dalam kubangan gelapnya moral/adab.

Fenomena Peretas

Miris memang, masih ingatkah kisah tukang becak diajak membobol rekening BCA (Bank Central Asia). Setu, tukang becak yang diajak membobol rekening BCA kembali menjadi sorotan. Ia dituntut satu tahun penjara lantaran terbukti menjadi eksekutor pencurian rekening Rp.320 juta milik Muin Zachry (Cbncindonesia.com, Kamis, 02/02/2023. Pukul 12:30 WIB).

Atau berita lain, Reuben Koh, Director Security Technology & Strategy APJ di Akamai, menyatakan bahwa kedua sektor ini (layanan keuangan dan e-commerce) adalah target utama di Asia Pasifik. Hal ini disebabkan oleh peranan vital mereka sebagai pendorong utama ekonomi digital di Indonesia. Bagi pembobol/peretas/hacker, situasi ini menjadi peluang emas. Jika mereka berhasil mengakses data sensitif seperti nomor kartu kredit atau informasi pribadi lainnya, Hal itu dapat menjadi sumber keuntungan yang signifikan. (Merdeka.com, Senin, 27/01/2025, pukul 17:29:00 WIB.).

Penggunaan teknologi begitu marak, namun bila tidak didasari dengan benteng keimanan maka nol besar hati tenang. Dampak negatif teknologi, begitu dahsyatnya para programer dengan bantuan AI (Artificial Intelligence) semakin mudah membuat sebuah program. Platform/aplikasi apa saja bisa di akses, tanpa syarat yang sulit. Tak mau kalah dengan pembobol/peretas/hacker membuat tandingan tersebut untuk mencari keuntungan di tengah sulitnya kehidupan yang semua serba mahal.

Sistem Pengatur Kehidupan

Kehidupan kita di dunia, butuh sistem yang mengatur hajat orang banyak. Dari mulai sandang, pangan, dan papan tapi bagaimana realitasnya. Masyarakat berjibaku mengurus urusannya sendiri, mana sistem yang mengatur semua itu. Yang ada informasi bertebaran hanyalah korupsi, uang rakyat dari pajak rebutan para pejabat.

Sedih memang, tapi mau bagaimana lagi kita harus hidup mengikuti laju arus sistem ini. Ke mana sandaran diri, di saat manusia rakus dengan kekuasaan selain pada Sang Pencipta Illahi Rabbi. Hanya dengan-Nya kita bisa mengadu, atas semua kezaliman. Allah Ta’ala tak akan tidur atau diam, pada hambanya yang istikamah berpegang teguh. Bagai menggenggam bara api, bertahan walau tawaran manis dari bunga/riba ataupun kemaksiatan lainnya silih berganti menghampiri.

Manusia dibekali akal pikiran, bisa memilih mana haram, halal, mubah, makruh, atau sunnah. Jadi tidak ada alasan untuk memenuhi kebutuhan membolehkan semua cara. Itu artinya, untuk apa Allah SWT menciptakan manusia sempurna dibandingkan makhluk lain. Dengan dalih khilaf dan kepepet kemudian seenaknya mengambil hak orang lain tak melihat dosa atau dampak seperti apa.

Ketika naluri sudah tidak lagi didengar, maka yang ada hanyalah nafsu keinginan meluap bagai kesetanan. Hingar bingar kota, hidup glamor komersial atau menyaksikan artis foya-foya. Jadi mupeng, iri dengki dan segala macam sifat jelek. Teknologi di sistem negara kita, tidak ada filter/penyaringnya, semua bebas akses tanpa batas. Itu salah satu faktor bobol membobol di lakukan, selain itu tidak adanya peran agama dalam mengatur kehidupan.

Orang bebas berbuat sesuka hatinya. Mengerikan sekali bukan. Tak memandang adik, orang tua ataupun sanak saudara. Hukum rimba pun tumbuh subur, yang berkuasa akan menghabisi kaum lemah. Sampai kapan semua itu, tidak ada yang tahu kembali pada diri masing-masing.

Dalam Al-Qur’an ada dalil tentang keutamaan akan pentingnya ikhtiar (usaha) untuk mengubah nasib dirinya sendiri ada yaitu Surat Ar-Ra’d ayat 11: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, hingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri”.

Jelas bukan? Coba simak dengan saksama, gunakan hati dan akal untuk memahami firman tersebut.

Peluang ada dan banyak, namun kita tetap harus taat atau tunduk pada aturan Allah Azza wa Jalla. Sebagaimana orang-orang sebelum kamu, yaitu para tabi’in, tabi’ut tabi’in, dan generasi setelah sahabat dan hingga Nabi/Rosul.

Solusi Islam Membasmi Pembobol atau Peretas

Islam menawarkan solusi untuk membasmi mafia pembobol/peretas/hacker secara menyeluruh. Bukan solusi pragmatis dan jangka pendek, yaitu melalui pendekatan personal maupun sistemik dengan landasan Al-Qur’an dan as-Sunnah. Tidak lain dengan mengarahkan pada keimanan dan takwa kepada Allah SWT. Tentunya di sistem Islam, bukan seperti saat ini yang menggunakan aturan buatan manusia.

Dengan kembali pada Al-Qur’an dan Sunnah, mafia apa pun takut karena akan menerima hukuman yang membuat jera. Tidak akan mengulangi lagi kejadian yang sama. Minimal orang-orang tahu mana perbuatan yang dilarang oleh agama. Islam adalah rahmatan lil’alamin yang mengatur manusia sesuai kodratnya. Allah SWT Maha Tahu kelemahan dan kelebihan manusia, sehingga tidak akan salah karena Allah adalah Sang pencipta alam semesta beserta isinya.

Wallahu ‘alam.

Oleh: Tjandra Sari Sutisno, M.Pd.
Ibu Ideologis

Loading

Views: 23

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA