UIY: Kita Punya Kewajiban Menjaga Persaudaraan

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads
UIY: Kita Punya Kewajiban Menjaga Persaudaraan

Tinta Media – Menanggapi isu sektarian Sunni dan Syiah yang dilontarkan sebagian kalangan terkait perang Amis (Amerikat Serikat-Israel) vs Iran, Cendekiawan Muslim Ustadz Muhammad Ismail Yusanto (UIY) mengingatkan kewajiban menjaga persaudaraan.

“Kita ini punya kewajiban untuk menjaga persaudaraan,” ujarnya dalam Live Fokus bertajuk Isu-Isu Sektarian dalam Pergolakan Dunia Islam, Ahad (26/4/2026) di kanal YouTube UIY Official.

Menurutnya, Allah SWT mengingatkan wa’tashimu bi hablillahi jami’an wa laa tafarroqu (dan berpeganglah kamu semua kepada tali/agama Allah dan janganlah kamu berpecah belah).

“Jadi, kita tidak boleh tafarruq berpecah belah,” tegasnya.

Pecah belahnya umat Islam itu, jelas UIY, dipengaruhi oleh dua faktor. Ada faktor internal, ada faktor eksternal.

“Faktor internal itu muncul dari beberapa. Ada ananiyah, ada ketidakpahaman, ada wawasan yang sempit. Tapi ada juga kultus terhadap organisasi atau kultus terhadap pemimpin dan sebagainya, itu faktor internal,” jelasnya.

Selain itu yang harus diwaspadai juga, sebut UIY, adalah faktor eksternal dari musuh-musuh Islam. Di mana musuh-musuh Islam Itu mengerti bahwa menghadapi umat Islam itu tidak mudah.

“Apalagi kalau umat ini bersatu, ini akan menjadi sesuatu yang sangat sulit untuk dikalahkan, dengan jumlah yang sangat besar dengan potensi macam-macam yang sangat besar luar biasa, terutama ajarannya itu,” ujarnya.

Karenanya, terang UIY, musuh-musuh Islam mencoba untuk memahami Islam. Tahulah mereka bahwa ada titik-titik kritis di dalam Islam, di dalam tubuh umat Islam, di dalam tubuh ajaran Islam yang bisa dimanfaatkan untuk melemahkan kekuatan umat Islam, melemahkan persatuan umat Islam.

“Apa itu? Ya tadi itu, potensi perpecahan yang itu memang sebagiannya bersifat faktual, seperti tadi sudah disebut, tinggal itu dieksploitasi saja hingga melahirkan sentimen-sentimen kekelompokkan atau sentimen Mazhab,” bebernya.

Oleh karenanya, UIY memandang, umat Islam harus mewaspadai betul faktor eksternal ini.

“Soal qunut tidak qunut, soal jenggot, soal celana isbal tidak isbal, soal macam-macam itu kan persoalan yang dari dulu, masa saya kecil itu sudah ada,” ucapnya.

Terus sekarang ini, jelas UIY, dengan sosmed itu, seperti seolah-olah persoalan itu kayak direfresh. Seolah-olah umat Islam itu baru mempersoalkan. “Padahal itu kan persoalan sudah lama,” imbuhnya.

Menurutnya, andai persoalan-persoalan itu dibahas dengan cara yang elegan, dengan cara yang penuh dengan ukhuwah, lalu dengan ilmiah, itu mungkin tidak akan menjadi masalah.

“Tapi, kalau itu kemudian dibumbui dengan semangat tafarruq tadi, nah itu sangat berbahaya,” tegasnya.

UIY kembali mengingatkan, agar umat Islam harus mewaspadai faktor eksternal tersebut.

“Nah, di antara yang dieksploitasi oleh musuh-musuh Islam Itu memang pertentangan antara Sunni dan Syiah. Ini perpecahan besar sebenarnya,” pungkasnya.
[] ‘Aziimatul Azka

Loading

Views: 5

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA