Kenapa Kamu Gak Mau Pakai Make-up, Nai?

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads
Kenapa Kamu Gak Mau Pakai Make-up, Nai?

Tinta Media – “Nai, nanti pas tampil, pake make-up ya!” Ujar Hilma, sekretaris satu di kelasku saat kami sedang duduk di lapangan menghadiri pembukaan kegiatan MAN Art Fest yang diadakan setiap tahun, Senin (24/02/2025).

Aku menggeleng seraya tersenyum ke arahnya, “Gak mau ah.”

“Kenapa kamu gak mau pakai make-up, Nai?” Tanya Utary menyahut obrolan kami.

Aku tersenyum, “Karena memakai make-up dihadapan laki-laki yang bukan mahram itu termasuk tabarruj, Utary.”

Mereka menggelengkan kepala. Mungkin merasa aneh dengan jawaban yang aku berikan. Hilma masih berusaha untuk mengajakku menggunakan make-up. Namun, dengan tegas aku menolaknya.

“Nai, please sekali ini aja. Buat nampil doang. Habis tu dihapus,” ujarnya setengah memaksa. Aku tetap menggelengkan kepala.

“Nanti sekalinya waktu aku nikahan aja, hehehe,” jawabku setengah bercanda.

“Ih, gak solid lah, Nai!” Ujarnya dengan nada sebal.

───

Ternyata, tak semua sekolah yang berlabel Islam memahami syariat yang Allah turunkan secara sempurna. Buktinya, di MAN 1 Kota Batam sendiri, menggunakan make-up masih dianggap suatu hal yang biasa. Tak hanya itu, kostum dan dress code yang ketat sehingga membentuk lekuk tubuh pun tak dilarang.

Padahal jika kita menilik aturan yang telah diberikan oleh Allah Swt, tabarruj atau berlebih-lebihan dihadapan yang bukan mahram kita tidak dibenarkan. Termasuk menggunakan make-up pada saat penampilan.

Sehingga, aku yang telah diberikan pemahaman sangat menolak dengan tegas kemaksiatan yang dinormalisasikan tersebut. Namun, tak semudah yang dibayangkan.

Selepas salat zuhur, temenku yang bernama Disa berusaha membujukku agar mau menggunakan make-up. Namun, sekali lagi, aku menolaknya.

“Nai, sini Disa dandanin. Biar gak pucet banget. Biar tone warnanya sama di kamera,” ujarnya.

Aku tersenyum menanggapinya, “Nggak lah Disa. Aku gak bisa. Kalau Disa mau, nanti dandanin aku pas nikah aja ya!”

Disa akhirnya berhenti memaksaku, “Okelah, Nai. Ntar beneran ya, panggil Disa kalau butuh bantuan!”

“Siap,” jawabku.

───

Selepas tampilan, mereka akhirnya bisa memahami bahwa prinsip ku yang tidak bisa diganggu gugat adalah karena itu adalah syariat yang telah Allah tetapkan. Bukan hanya keinginan ku semata. Melainkan ada perintah Sang Pencipta di sana.

Aku menyadari bahwa perjalanan dakwah ini belum usai. Masih banyak hal yang harus dibenahi. Maka, aku menguatkan niat dan tekad. Bahwa aku tidak akan berhenti berjuang hingga kelak Allah sendiri yang menghendaki untuk pulang. []

Oleh: Naila Ahmad Farah Adiba
Siswi MAN 1 Kota Batam

Loading

Views: 9

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA