Duta Besar Israel Manipulatif, Tabiat Israel ‘Sang Penipu Ulung’

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads
Duta Besar Israel Manipulatif, Tabiat Israel ‘Sang Penipu Ulung’

Tinta Media – Lagi-lagi Israel menunjukkan wajah aslinya melalui Danny Danon. Padahal Ia sosok berpengaruh, seorang Duta Besar Israel untuk PBB, tapi perkataannya sangat manipulatif! Publik tengah menyorotinya, ketika Ia merilis pernyataan sebagai respons gugurnya prajurit TNI di dekat markas UNIFIL. Ironis, pernyataannya sangat kontras dengan realitas yang ada. Sementara, tanpa Israel beretorika, dunia akan sadar bahwa Israel layaknya iblis — induk bala dari penderitaan umat Muslim di penjuru dunia.

Ia secara terang-terangan, di depan forum resmi internasional — sidang PBB, menuding kelompok militan Hizbullah penyebab gugurnya prajurit TNI.

Miris, pernyataan ini cacat logika. Bagaimana mungkin Hizbullah menyerang ke area internal. Kenapa? Karena markas UNIFIL, tinggalnya prajurit TNI berada di zona Lebanon bukan Israel. Jadi, bagaimana mungkin Hizbullah menyerang rumahnya sendiri?

Dany Danon berbicara sangat tidak masuk akal, ibarat “pemain sepak bola bilang dia bisa terbang” sangat tidak masuk akal. Mustahil. Terutama, rekam jejak Israel yang manipulatif, flag false, play victim, pembunuh, penjajah, dan ingkar janji. Inilah tabiat Israel, Sang Penipu Ulung.

Di era digital native hari ini, percepatan dan persebaran informasi lintas dunia sangat cepat, menunjukkan bahwa pernyataan Dany Danon sangat janggal. Di waktu yang bersamaan, respons seorang Serma (Purn) Muhtar Efendi mencuat di media sosial. Ia adalah Mantan personel Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) tahun 2010-2011. Ia menyebut serangan Israel terhadap prajurit TNI bukan kali pertama, melainkan sudah tiga kali terjadi — 2009, 2024, dan 2026.

“Israel melakukan tindakan seperti ini bukan sekali ini saja. Ini kalau saya tidak lupa, ini yang ketiga kali. (Tahun) 2009 sebelum waktu itu saya berdinas aktif di Lebanon, Israel juga pernah menembaki tentara kita,” ungkap Muhtar dalam dialog Sapa Indonesia Pagi Kompas TV, Rabu (1/4/2026).

Terpampang nyata bahwa Israel tidak menghormati terhadap eksistensi pasukan keamanan PBB. Bagaimana mungkin anak bangsa membawa misi perdamaian dunia, tapi dalang utama berkeliaran tanpa sanksi tegas. Alhasil tiga prajurit gugur tapi menodai hukum internasional. Gugur bukan karena tempur, tapi di zona aman karena posisi netral. Masihkah bisa bersandar pada perdamaian yang digariskan manusia? Jika berkali-kali Israel melanggar aturan perang. Berkali-kali pula dunia hanya diam, menyaksikan, dan hanya mengecam.Tak pernah ada sanksi dan hukuman yang berarti untuk mereka. Seketika hukum tumpul ke penjahat dan tajam ke pengamat.

Saatnya kita bangkit dan menolak seluruh narasi dan tindakan dzalim! Ini moment yang tepat untuk mempertanyakan, apakah yang kita perjuangkan sekedar perdamaian atau ubah aturan mainnya? Damai versi siapa? Manusia atau Pencipta? Ada misi perdamaian tapi sekitar 72 ribu lebih warga Palestina syahid. Apakah memang pergantian pemain tidak efektif ketika bertumpu pada sistem yang cacat? Coba renungkan!

Oleh: Novita Ratnasari, S. Ak.
Tim Redaksi Tinta Media

Loading

Views: 9

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA