Ustadz M Taufik NT Ungkap Hubungan antara Penguasa dan Rakyat

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Pengasuh MT Darul Hikmah, Ustadz M Taufik NT mengungkap hubungan antara penguasa dan rakyat.

“Hubungan penguasa dan rakyat adalah timbal balik,” ujarnya kepada Tinta Media, Jumat (5/6/2026).

Taufik menolak anggapan bahwa ketika seseorang mengkritik pemimpin, lalu ada pihak lain yang balik mengkritiknya dengan menyatakan bahwa pemimpin adalah cerminan rakyatnya.

Karena itu, menurut anggapan tersebut, rakyat tidak perlu menyalahkan pemimpin atau presidennya karena semua bermula dari kesalahan rakyat itu sendiri.

*Tiga Sisi yang Mendominasi*

Taufik menilai terdapat tiga sisi yang perlu diperhatikan, yakni penguasa, rakyat, dan sistem. Menurutnya, sistem menjadi faktor ketiga yang sangat dominan.

“Pemimpin itu cerminan dari mayoritas rakyatnya, mayoritas rakyat cerminan dari pemimpinnya, dan sistem yang baik akan menyuburkan rakyat dan penguasa yang baik. Mayoritas rakyat yang rusak akan melahirkan pemimpin yang rusak, sebaliknya pemimpin yang rusak akan menciptakan dan mengondisikan rakyat menjadi rusak, sementara dalam sistem yang rusak, orang baik yang naik menjadi pemimpin pun berpotensi besar untuk berubah menjadi rusak,” jelasnya.

Tanda Rusaknya Rakyat

Taufik juga menilai tanda rusaknya rakyat adalah ketika mereka tidak mau mengkritik dan meluruskan kemungkaran, termasuk kemungkaran yang dilakukan penguasanya.

“Mereka mendiamkannya lalu menyibukkan diri ‘mencerahkan’ umat supaya mereka ‘sabar’, ‘rida dan ikhlas’ menerima kezaliman,” imbuhnya.

Menurutnya, perilaku seperti ini diancam oleh Rasulullah SAW dengan ‘hadiah’ berupa pemimpin yang buruk.

Ia mengutip sabda Rasulullah SAW yang mengatakan, “Hendaklah kalian beramar ma’ruf nahi mungkar (menyeru kepada yang baik dan mencegak dari yang buruk) atau Allah akan menjadikan orang-orang jahat dari kalian berkuasa, lalu orang-orang baik kalian berdoa dan doa mereka tidak dikabulkan.”

Oleh karena itu, menurut Taufik, mengkritik kebijakan penguasa termasuk amal saleh jika dilandasi niat yang ikhlas untuk memperbaiki umat.

“Penguasa yang baik tentu sangat memerlukan kritikan, tentu yang berbasis data dan berdasarkan dalil,” jelasnya.

Ia mencontohkan sikap Khalifah Umar bin Khaththab yang mendoakan orang-orang yang mengkritik dan menunjukkan kekurangannya.

Ia mengutip doa Umar bin Khaththab, “Semoga Allah merahmati orang-orang yang menunjukkan kepadaku kekurangan-kekuranganku.”

Sistem Baik Ibarat Tungku

Taufik mengungkapkan bahwa sistem yang baik ibarat tungku api pandai besi.

“Bagaimana pun ahlinya pandai besi, dan bagaimana pun bagusnya kualitas besi, jika tungkunya tidak ada atau kurang baik, maka keahlian pandai besi tersebut tidak akan optimal, bahkan akan merusak reputasi pandai besi tersebut. Sebaliknya, dengan tungku yang baik, karat-karat pada besi yang akan ditempa akan hilang.” ungkapnya.

Menurutnya, hal ini telah disampaikan melalui sabda Rasulullah SAW, “Madinah itu bagaikan mesin tungku api pandai besi, ia membersihkan kotoran (karat-karat)nya dan memurnikan yang baiknya.” (HR Al-Bukhari).

Ia menegaskan bahwa inilah sistem Islam, yakni sistem Khilafah, yang selama ratusan tahun terbukti berhasil menghilangkan “karat-karat” perilaku masyarakat yang rusak. Masyarakat yang awalnya gemar mabuk, berjudi, membunuh anak perempuan, dan berbagai kemaksiatan lainnya berubah menjadi masyarakat terbaik pada masanya.

Oleh karena itu, ujar ia mengingatkan, saat memperbaiki individu rakyat maupun mengoreksi kebijakan penguasa, jangan lupa mengarahkan perbaikan tersebut pada perbaikan sistemnya.

“Hanya fokus kepada perbaikan individu rakyat semata, apalagi sambil mencela orang yang berupaya mengoreksi penguasa dan sistemnya, pada hakikatnya justru sedang mempertahankan kerusakan atau bahkan merusak masyarakat,” pungkasnya.[] Muhammad Nur

Loading

Views: 14

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA