Pesta Gay Karawang, Om Joy: Akar Masalahnya di Ideologi Bukan Lokasi Pembinaan

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – ììMerespons Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang mewacanakan memasukan pelaku gay khususnya yang masih berstatus pelajar ke barak militer menyusul viralnya video pesta gay di Karawang, Jurnalis Joko Prasetyo menyatakan persoalannya bukan pertama-tama terletak pada lokasi pembinaan, melainkan pada ideologi sebagai akar masalah yang melahirkan perilaku tersebut.

“Usulan itu mungkin terdengar tegas. Namun bagi seorang Muslim, persoalannya bukan pertama-tama terletak pada lokasi pembinaan, melainkan pada akar masalah yang melahirkan perilaku tersebut,” ujar Om Joy, sapaan akrab Joko Prasetyo kepada tintamedia.com, Rabu (17/6/2026).

Menurutnya, barak militer mungkin dapat melatih kedisiplinan. Akan tetapi, baik homoseksualitas maupun fenomena LGBT secara umum bukan terutama persoalan disiplin.

“Persoalan utamanya adalah cara pandang yang menyimpang tentang manusia, kebebasan, dan tujuan hidup,” ungkapnya.

Karena itu, jelas Om Joy, selama akar ideologinya tidak disentuh, berbagai bentuk pembinaan hanya berisiko mengobati gejala tanpa menyentuh sumber penyakitnya.

Sekularisme

Om Joy lanjut menjelaskan bahwa akar persoalan dari maraknya homoseksual maupun fenomena LGBT tidak dapat dilepaskan dari sekularisme, yaitu paham yang memisahkan agama dari kehidupan.

“Dalam sekularisme, manusia dianggap berhak menentukan sendiri standar benar dan salah. Dari sinilah lahir liberalisme yang menjadikan kebebasan individu sebagai nilai tertinggi,” jelasnya.

Akibatnya, kata Om Joy, orientasi seksual tidak lagi diukur dengan halal dan haram, tetapi dengan suka atau tidak suka.

“Yang dahulu dianggap penyimpangan perlahan berubah menjadi pilihan hidup. Yang dahulu dianggap kemaksiatan perlahan berubah menjadi hak asasi. Yang dahulu dianggap bertentangan dengan fitrah perlahan dipromosikan sebagai keberagaman,” sebutnya.

Karena itu, ia menegaskan, kemunculan LGBT bukanlah kecelakaan dalam sistem sekuler, melainkan konsekuensi logis dari ideologi yang menuhankan kebebasan manusia.

Solusi Islam

Lebih lanjut Om Joy menerangkan bahwa Islam tidak hanya mencela homoseksual ataupun fenomena LGBT, tetapi juga menawarkan solusi atas persoalan tersebut. Islam menawarkan nasihat moral. Islam menawarkan sistem kehidupan. Islam memerintahkan negara menjaga akidah, pendidikan, media, dan kehidupan sosial agar tetap berada dalam koridor syariat.

Karena itu, urainya, Islam tidak menyerahkan persoalan moral semata-mata kepada pembinaan individu. Islam juga menetapkan sanksi syar’i sebagai zawajir (pencegah) dan jawabir (penebus dosa) sehingga kemaksiatan tidak berkembang menjadi budaya yang merusak masyarakat.

Terkait homoseksual laki-laki (liwath), Om Joy mencontohkan, dalam khazanah fikihbanyak ulama berpendapat bahwa sanksi bagi pelaku liwath adalah hukuman mati.

Dasarnya antara lain hadits Nabi Muhammad SAW: “Barang siapa yang kalian dapati melakukan perbuatan kaum Luth, maka bunuhlah pelaku dan pasangannya” (HR Abu Dawud, at-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad).

Bukan Sekadar Pesta Gay

Selain itu, menurut Om Joy, persoalannya bukan sekadar pesta gay di Karawang. Persoalannya adalah apakah umat ini akan terus mempertahankan sistem yang melahirkan kerusakan demi kerusakan, atau kembali kepada syariat Allah SWT secara kaffah.

Persoalan ini juga, sebutnya, tidak berhenti di dunia semata. Kelak para pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas sistem yang mereka terapkan. Setiap Muslim pun akan ditanya apakah ia mendukung tegaknya hukum Allah SWT atau membiarkan hukum manusia menggantikannya.

Saat itulah, gugahnya, ukuran yang berlaku bukan lagi popularitas, modernitas, atau suara mayoritas.

“Yang menjadi ukuran hanyalah ketaatan kepada Allah SWT. Surga bagi mereka yang mengikuti petunjuk-Nya. Dan azab bagi mereka yang berpaling setelah kebenaran sampai kepada mereka,” pungkasnya.[] Siti Aisyah

Loading

Views: 24

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA