Dinamika Hubungan Penguasa dan Rakyat dalam Sistem Islam

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Hubungan antara penguasa dan rakyat merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan bernegara. Penguasa sebagai pihak yang memegang kekuasaan adalah individu atau kelompok yang mengendalikan jalannya pemerintahan dan kehidupan masyarakat. Dinamika hubungan antara penguasa dan rakyat dapat terlihat dalam berbagai aspek, termasuk perumusan kebijakan publik dan penegakan hukum. Karena itu, penguasa harus memperhatikan aspirasi serta mengakomodasi kebutuhan rakyat. Sebaliknya, hubungan yang buruk antara penguasa dan rakyat akan berdampak signifikan, yakni hilangnya kepercayaan masyarakat serta terganggunya stabilitas kehidupan bernegara akibat kebijakan yang tidak memperhatikan kebutuhan dan aspirasi rakyat.

Faktanya, akhir-akhir ini berbagai demonstrasi dan kritik masyarakat terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai memberatkan rakyat, seperti kenaikan harga BBM, program Makan Bergizi Gratis (MBG), tarif dasar listrik, dan meningkatnya biaya hidup, marak terjadi di berbagai daerah. Aksi tersebut terutama dilakukan oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Namun, kebijakan yang dianggap menjadi prioritas penguasa tetap terus dijalankan.

Fakta lainnya, masyarakat mulai makin berani menyampaikan kritik, baik melalui forum-forum tatap muka maupun media sosial. Sementara itu, penguasa beserta para pendukungnya dinilai cenderung antikritik.

Standar hubungan antara penguasa dan rakyat saat ini masih lebih banyak dipengaruhi oleh kepentingan dan kemanfaatan, bukan berdasarkan syariat. Penguasa dinilai selalu memiliki cara untuk memaksakan kebijakannya kepada rakyat demi mempertahankan kepentingan dan kekuasaannya, meskipun banyak masyarakat yang menentangnya.

Islam memiliki konsep yang berbeda dalam mengatur hubungan antara penguasa dan rakyat. Dalam sistem Islam, hubungan tersebut dibangun di atas dasar akidah dan syariat Islam, bukan atas dasar kepentingan individu ataupun kelompok.

Selain itu, Islam juga memberikan ruang bagi rakyat untuk menyampaikan pendapat dan bermusyawarah dengan penguasa dalam berbagai urusan yang memerlukan pertimbangan serta masukan dari umat. Keberadaan Majelis Umat dalam sistem pemerintahan Islam menjadi salah satu sarana bagi rakyat untuk menyampaikan aspirasi.

Hubungan ideal antara penguasa dan rakyat hanya dapat terwujud apabila keduanya sama-sama terikat dengan aturan Allah Swt. Penguasa menjalankan amanah dengan menerapkan syariat Islam secara kafah, sedangkan rakyat memberikan ketaatan selama penguasa menjalankan pemerintahan sesuai dengan hukum-hukum Allah.

Oleh: Dewi R.
(Sahabat Tinta Media)

Loading

Views: 3

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA