Tinta Media – Al-Qur’an adalah kitab yang penuh hikmah dan tidak ada keraguan sedikit pun di dalamnya, petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa. Dengan mengikuti semua perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, kita akan menjadi orang-orang yang beruntung, baik di dunia maupun di akhirat. Apa pun takdir yang kita jalani, jadikan Al-Qur’an sebagai petunjuk dan pedoman hidup agar kita termasuk orang-orang yang diberi nikmat, bukan mereka yang dimurkai dan sesat.
Luar biasa apa yang dilakukan oleh Polres Bojonegoro yang menggelar khataman Al-Qur’an untuk tahanan dengan tujuan memperkuat keimanan dan introspeksi diri. Akan lebih baik lagi jika kegiatan khataman dilanjutkan dengan mengaji, memahami apa yang terkandung di dalamnya sehingga memunculkan kesadaran untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai petunjuk dan pedoman hidup. Semoga kegiatan membaca, memahami, dan mengamalkan apa yang terkandung di dalam Al-Qur’an bisa dijadikan kegiatan rutin, tidak hanya untuk tahanan tapi juga semua segmen masyarakat.
Perlu diketahui bahwa para tahanan adalah manusia biasa yang tak luput dari berbuat salah dan dosa. Namun, sistem kapitalisme demokrasi yang rusak telah mendorong mereka melakukan kejahatan untuk mendapatkan kesenangan dunia yang semu dan menipu. Kejahatan yang mereka lakukan tidak akan mendatangkan kebahagiaan hakiki, melainkan penderitaan dan kehancuran. Jika mereka menyadarinya dan menjadikan Al-Qur’an sebagai petunjuk dan pedoman hidup, tentunya mereka tidak akan melakukan perbuatan yang melanggar hukum. Menjadi tahanan itu baru hukuman di dunia, sementara azab akhirat jauh lebih berat.
Kesadaran untuk berislam secara kafah hendaknya tidak hanya tumbuh di kalangan tahanan, tetapi juga aparat penegak hukum, pejabat pemerintah, dan wakil rakyat. Mereka memiliki wewenang dan tanggung jawab untuk menerapkan Al-Qur’an dalam kehidupan nyata demi mewujudkan kehidupan islami yang mendorong seluruh masyarakat untuk berbuat kebaikan sesuai dengan perintah Allah Swt., Tuhan Pencipta manusia, kehidupan, dan alam semesta.
Kehidupan islami tidak hanya memperkuat keimanan umat dan mendorong para pelaku kejahatan untuk introspeksi diri agar tidak mengulangi kesalahan yang sama, tetapi juga melahirkan pemimpin yang bertakwa. Pemimpin yang mengurusi urusan rakyat berdasarkan hukum Islam sehingga kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia tidak sekadar tertulis dalam konstitusi, tetapi benar-benar terwujud dan dirasakan oleh seluruh rakyat.
Hukum Islam yang tegas dan keras pada kejahatan akan memberi efek jera bagi pelaku kejahatan dan memberi rasa aman bagi seluruh rakyat dari ancaman kejahatan. Penerapan Islam secara kafah akan mewujudkan kehidupan yang penuh berkah karena penduduknya yang beriman dan bertakwa.
Saatnya kita wujudkan sistem Islam yang membawa kebaikan untuk semua orang. Kita tinggalkan sistem kapitalisme demokrasi yang hanya menguntungkan segelintir orang yang rakus dan tamak akan kesenangan dunia yang semu dan menipu. Kita berkewajiban terus berdakwah untuk membangun kesadaran umat bahwa kerusakan tatanan kehidupan hanya dapat diperbaiki dengan menerapkan syariat Islam secara kafah.
Oleh: Mochamad Efendi
(Sahabat Tinta Media, Sidoarjo)
![]()
Views: 3
















