Tinta Media – Perhimpunan Intelektual Muslim Indonesia (HILMI) menyatakan bahwa Al-Qur’an tidak hanya memberikan ajaran teologis, tetapi juga membangun kerangka epistemologi yang memadukan wahyu, akal, dan observasi alam.
“Al-Qur’an tidak hanya memberikan ajaran teologis, tetapi juga membangun kerangka epistemologi yang memadukan wahyu, akal, dan observasi alam,” ungkapnya melalui intellectual Opinion berjudul Al-Qur’an, Sains dan Peradaban: Fondasi Epistemologi bagi kebangkitan Manusia, yang diterima Tinta Media pada Sabtu (7/3/2026).
HILMI menjelaskan, hal itu tercermin dalam wahyu pertama yang diterima Nabi Muhammad SAW, yaitu perintah untuk membaca: “Iqra’ bismi rabbika alladzi khalaq – Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan” (QS. Al-‘Alaq:1).
Menurutnya, makna membaca dalam konteks Qur’ani jauh lebih luas daripada membaca teks.
“Mencakup membaca alam, membaca sejarah, membaca masyarakat, dan membaca diri manusia sendiri. Al-Qur’an berulang kali mengajak manusia untuk memperhatikan fenomena alam: pergerakan bintang, pergantian siang dan malam, siklus air, serta penciptaan manusia,” jelasnya.
Inspirasi Peradaban
HILMI menerangkan, sejarah menunjukkan bahwa Al-Qur’an pernah menjadi sumber inspirasi bagi salah satu peradaban.
Al-Qur’an, lanjutnya, juga menawarkan sintesis antara keduanya: dorongan kuat untuk mencari ilmu, disertai dengan komitmen moral terhadap keadilan, tanggung jawab, dan keseimbangan alam.
“Jika nilai-nilai ini kembali dihidupkan, bukan hanya sebagai retorika, tetapi sebagai budaya intelektual dan sosial, maka hubungan antara Al-Qur’an, sains, dan peradaban dapat kembali menjadi sumber inspirasi bagi kebangkitan manusia di masa depan,” pungkasnya.[] Muhammad Nur
![]()
Views: 18
















