Kasus ASN Injak Al-Qur’an karena Pacar, Buah Busuk dari Sistem Sekuler

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Kasus seorang aparatur sipil negara (ASN) di Bengkulu berinisial VM yang viral karena menginjak Al-Qur’an hanya gara-gara urusan pacar, jelas bukan sekadar aib pribadi. Tindakan itu adalah penistaan terhadap kalamullah dan penghinaan terhadap kehormatan Islam!

Apa pun alasannya, tidak ada pembenaran bagi perbuatan sekeji itu. Islam menilai dari amal perbuatan, bukan dari alasan emosional. Menginjak Al-Qur’an adalah bentuk kekufuran yang nyata karena pelecehan terhadap Firman Allah SWT. Yang suci. Tidak ada dalih asmara, amarah, atau kecewa yang bisa menutupi kekufuran semacam itu.

Kejadian yang diakui sendiri oleh pelaku pada 24 September 2025 dan baru viral pada Oktober ini, tidak cukup ditebus dengan permintaan maaf atau klarifikasi dangkal. Dalam syariat Islam, penghinaan terhadap Al-Qur’an termasuk jarimah (kriminal berat) yang wajib dijatuhi ta‘zir keras untuk menjaga kehormatan Islam dan mencegah penistaan serupa. Dalam kondisi tertentu, sanksi hukuman mati bahkan dapat dijatuhkan oleh negara sebagai bentuk penegakan kehormatan agama dan efek jera bagi masyarakat.

*Wajah Busuk Sekularisme*

Kasus ini bukan muncul tiba-tiba. Ia lahir dari rahim sistem sekuler yang memisahkan agama dari kehidupan. Inilah buah busuk ideologi sekularisme ideologi yang menjauhkan manusia dari rasa takut kepada Allah. Dalam sistem seperti ini, agama dipersempit menjadi urusan pribadi, tidak boleh ikut campur dalam urusan publik, apalagi dalam sistem hukum. Maka, tidak heran jika penghinaan terhadap Al-Qur’an dipandang sebagai hal sepele, bahkan dibela atas nama kebebasan berekspresi, sehingga terus terjadi berulang.

Inilah wajah asli kebebasan dalam sistem sekuler-liberal! Kebebasan yang menyesatkan dan menghancurkan adab manusia. Ketika hawa nafsu dijadikan ukuran benar-salah, manusia kehilangan arah moral, hingga berani melecehkan kitab suci tanpa rasa takut kepada Rabb-nya. Generasi yang tumbuh di bawah sistem ini pun menjadi generasi tanpa iman, tanpa malu, dan tanpa adab.

*Negara Sekuler Tak Punya Pijakan Ideologis Melindungi Agama*

Sistem sekuler-demokrasi tak memiliki pijakan ideologis untuk melindungi agama. Hukum dibuat berdasarkan kepentingan manusia, bukan wahyu Allah. Karena itu, penistaan agama hanya dianggap pelanggaran etika atau moral, bukan penghianatan terhadap akidah.

Negara seperti ini tak akan pernah punya nyali menegakkan hukum Allah. Ia hanya bergerak jika ada tekanan publik, bukan karena ketundukan kepada syariat. Itulah sebabnya, pelaku penghinaan terhadap Islam sering hanya dijatuhi sanksi administratif atau sosial, bukan hukum yang tegas dan menjerakan.

Berbeda halnya dengan sistem Islam (Khilafah). Dalam sistem ini, negara berdiri di atas akidah Islam dan menegakkan seluruh hukum berdasarkan wahyu. Khalifah tidak akan membiarkan sedikit pun penghinaan terhadap Al-Qur’an. Hukum ditegakkan bukan karena tekanan massa, tapi karena ketaatan kepada Allah dan kecintaan pada agama-Nya.

*Saatnya Kembali kepada Islam Kaffah*

Kasus ASN di Bengkulu hanyalah cermin nyata kerusakan moral akibat sekularisme. Ketika hukum Allah disingkirkan dari kehidupan, kehormatan Al-Qur’an pun diinjak-injak.

Umat Islam harus sadar: sistem sekuler tidak akan pernah bisa melindungi Islam. Selama hukum buatan manusia dijadikan pedoman, penistaan terhadap agama akan terus berulang.

Sudah saatnya umat kembali kepada Islam secara kaffah, di bawah naungan sistem Khilafah yang menegakkan hukum Allah secara menyeluruh. Hanya dengan Islam kaffah, kemuliaan Al-Qur’an akan dijaga, pelaku penistaan dihukum dengan adil, dan umat hidup dalam naungan wahyu yang membawa kemuliaan dan keselamatan.[]

Oleh: Muhar
Tim Redaksi Tinta Media

Loading

Views: 40

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA