Tinta Media – Menyikapi pernyataan Presiden Prabowo “orang desa enggak pakai dolar”, Jurnalis Joko Prasetyo (Om Joy) mengatakan meskipun enggak pakai dolar, rakyat desa tetap dijajah dolar.
“Jadi, meskipun rakyat desa tidak memegang dolar, tetap dijajah dolar, karena negeri ini tunduk pada sistem ekonomi ribawi,” tuturnya sebagaimana rilis yang diterima oleh Tinta Media pada Selasa (19/5/2026).
Menurutnya, ketika nilai tukar dolar terhadap rupiah menggila (menguat), rakyat desa justru menjadi korban paling awal dan paling telanjang.
Om Joy menjelaskan bahwa petani desa membeli pupuk yang bahan bakunya impor yang harganya dipengaruhi oleh pasar global.
“Nelayan membeli solar, harganya dipengaruhi pasar global. Pedagang kecil membeli minyak goreng, kedelai, gula dan kebutuhan pokok lain, yang sangat terikat kurs dolar,” jelasnya.
Om Joy lantas menilai, ucapan Presiden Prabowo tersebut lahir dari paradigma Kapitalisme yang memisahkan elite penguasa san realitas penderitaan rakyat.
“Seolah rakyat desa hidup di dunia berbeda yang tidak tersentuh gejolak global,” pungkasnya.[] Nur Salamah
![]()
Views: 21










