Tinta Media – Menyoroti kehadiran para penjahat perang (Donald Trump, Netanyahu) di forum Sidang Majelis Umum PBB (United Nations General Assembly/UNGA) ke-81 di New York, Amerika Serikat, Ketua International Muslim Lawyers Alliance (IMLA) Dr. Chandra Purna Irawan, SH., MH., mengungkapkan bahwa hal tersebut sebagai kontradiksi moral di podium PBB.
“Kontradiksi moral di Podium PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa),” tulisnya di laman Facebook @Chandra Purna Irawan, yang bertajuk Pencitraan Politik untuk Menutupi Kejahatan, Jumat (25/9/2026).
Chandra menjelaskan, mengundang dan membiarkan para pelaku kejahatan perang, kejahatan terhadap kemanusiaan, dan genosida berdiri dengan angkuh di depan mikrofon Majelis Umum PBB (UNGA) bukan lagi sekadar formalitas diplomatik.
Secara tersirat, sebutnya, tindakan ini merupakan bentuk legitimasi dan dukungan terhadap kekejaman yang telah mereka lakukan.
“Tindakan tersebut mendapatkan kecaman dari berbagai organisasi kemanusiaan internasional termasuk dari IMLA di berbagai negara,” ungkapnya.
Ia menerangkan, berdasarkan standar norma dan kepatutan internasional mana pun, memberikan panggung terhormat kepada para pemimpin yang terbukti membantai warga sipil jelas melanggar rasa keadilan, terutama bagi para korban yang suaranya telah dibungkam.
“Podium PBB yang seharusnya menjadi simbol harapan, justru berubah menjadi panggung bagi upaya pencitraan politik untuk menutupi kejahatan,” kritiknya.
Di sinilah, tegas Chandra, kontradiksi terbesarnya. Sebagai organisasi yang lahir dari puing-puing Perang Dunia II, jelas Chandra, PBB didirikan berdasarkan Piagam PBB dan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia untuk menjunjung tinggi keadilan, perdamaian, dan hak asasi manusia yang mendasar.
Namun, lanjutnya, ketika para penjahat perang disambut dengan karpet merah dan diterima di podium resmi, PBB tidak hanya menunjukkan standar ganda, tetapi juga mengikis otoritas moralnya sendiri.
“Bagaimana mungkin sebuah lembaga yang mengklaim sebagai penjaga hak asasi manusia dapat memberikan tempat terhormat bagi mereka yang secara aktif menghancurkan hak-hak tersebut?” tutupnya. [] ‘Aziimatul Azka
![]()
Views: 4
















