Jurnalis: Rencana AS Hentikan Operasional Maskapai Iran Tunjukkan Mandulnya Hukum Internasional

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Jurnalis Senior Joko Prasetyo (Om Joy) menilai rencana Amerika Serikat (AS) menghentikan operasional maskapai penerbangan Iran di seluruh dunia menunjukkan mandulnya hukum internasional.

“Di sinilah semakin terlihat betapa mandulnya hukum internasional,” tulisnya di laman Facebook @Joko Prasetyo, Selasa (22/9/2026).

Menurutnya, Iran bukan wilayah AS. Maskapai Iran bukan perusahaan AS. Bandara di berbagai negara juga bukan milik Washington. Namun, dengan kekuatan ekonominya, AS dapat menekan negara dan perusahaan lain agar mengikuti kemauannya.

“Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memang menegaskan persamaan kedaulatan negara dan larangan intervensi. Bahkan, dalam berbagai dokumen PBB, sanksi unilateral dan ekstrateritorial AS terhadap Iran dipersoalkan karena bertentangan dengan prinsip kedaulatan dan kebebasan hubungan ekonomi,” ulasnya

Namun, sambungnya, ketika negara yang memiliki 𝑝𝑜𝑤𝑒𝑟 bertindak, hukum internasional seolah kehilangan taringnya. Yang berlaku bukan lagi siapa yang memiliki hak, tetapi siapa yang memiliki kekuatan untuk memaksakan kehendak.

Pandangan Islam

Dalam pandangan Islam, Om Joy menjelaskan, tidak setiap pemaksaan adalah kezaliman.

“Penguasa boleh menggunakan kekuatan ketika memiliki hak dan landasan 𝑠𝑦𝑎𝑟’𝑖. Namun, memiliki kekuatan tidak otomatis memberikan hak untuk menentukan apa yang boleh dilakukan pihak lain,” jelasnya.

Khilafah, terang Om Joy, memang harus memiliki kekuatan untuk menjaga kepentingan umat dan menjalankan politik luar negeri Islam. Namun kekuatan itu bukan cek kosong bagi penguasa. Syariah tetap menjadi pengikatnya.

“Inilah bedanya dalam sistem sekuler kapitalisme demokrasi, kekuatan dapat menjadi alat untuk memaksakan kepentingan. Dalam Khilafah, kekuatan tetap terikat hukum Allah,” tegasnya.

Sebab, ia mengingatkan bahwa kekuatan bukanlah hak untuk berbuat sesuka hati. Justru semakin besar 𝑝𝑜𝑤𝑒𝑟, semakin besar pula amanah untuk tidak menggunakannya secara zalim.

“Kalau hukum internasional saja mandul di hadapan kekuatan, sampai kapan umat Islam akan membiarkan nasibnya ditentukan oleh siapa yang paling kuat? Tidakkah terbersit untuk menegakkan kewajiban menerapkan syariat Islam secara kaffah? Atau, umat akan terus terpecah dalam puluhan negara bangsa sehingga mudah ditekan dan diintervensi kekuatan asing?” tanyanya retoris.
[] ‘Aziimatul Azka

Loading

Views: 2

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA