Tinta Media – Merespons kebrutalan Lembaga penegak hukum imigrasi Amerika Serikat, ICE (Immigration and Customs Enforcement/ Badan Imigrasi dan Bea Cukai Amerika Serikat), Pengamat Politik Luar Negeri Umar Syarifuddin menilai bahwa demokrasi gagal melindungi nyawa manusia.
“Dari jantung kapitalisme Amerika, demokrasi justru gagal melindungi nyawa manusia,” ujarnya dalam video bertajuk “Insiden ICE Membuka Mata Dunia”, Ahad (18/1/2026), di kanal YouTube Khilafah News.
Umar mengungkapkan, atas nama hukum dan keamanan, aparat (ICE) bertindak brutal. “Imigran dibunuh, bahkan warga sendiri menjadi korban, protes meledak di mana-mana,” ucapnya.
Ia lantas menilai meluasnya aksi protes terhadap pemerintah AS atas persoalan tersebut, dikarenakan rakyat sadar bahwa demokrasi yang tunduk pada kekuasaan dan modal telah kehilangan nuraninya.
“Amerika bicara kebebasan tapi membiarkan kemanusiaan mati,” pungkasnya.
Sebagaimana dilansir Metro TV News.com, Sabtu (31/1/2026). Ratusan warga AS yang bermukim di Prancis bersama anggota parlemen setempat menggelar aksi unjuk rasa di depan Majelis Nasional. Massa menyuarakan solidaritas bagi rakyat AS setelah dua orang tewas akibat tindakan brutal petugas imigrasi federal (ICE) di Minneapolis.
Slogan-slogan anti-ICE dan kecaman terhadap kebijakan Donald Trump terus menggema di depan kantor Kementerian Luar Negeri Prancis, sebagai bentuk tekanan internasional. Aksi ini bertujuan mendukung gerakan di AS dalam menuntut pemulihan keadilan dan penegakan hak asasi manusia.
Sementara itu, di Minnesota, petugas federal ICE dilaporkan mengabaikan kecaman publik dengan terus melanjutkan operasi penangkapan warga dan konfrontasi terhadap para aktivis. Situasi di Minneapolis kian memanas seiring dengan ketatnya patroli imigrasi yang dinilai masyarakat semakin agresif dan represif.
Kekerasan aparat juga menyasar kebebasan pers, di mana seorang jurnalis Associated Press mendapat ancaman penangkapan saat meliput operasi penegakan hukum tersebut. Meski jurnalis telah memperkenalkan diri sebagai awak media, petugas tetap melakukan intimidasi fisik dan verbal di lokasi kejadian.[] ‘Aziimatul Azka
![]()
Views: 31






