Tinta Media – Ulama KH. Yasin Muthohar mengungkapkan, selain berfungsi sebagai mukjizat dan sarana ibadah, ada satu fungsi Al-Qur’an yang dilupakan oleh umat Islam saat ini.
“Ada satu fungsi Al-Qur’an yang dilupakan oleh umat Islam. Yaitu Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Al-Qur’an sebagai way of life, minhajul hayah, pedoman bagi kita dalam menjalani hidup ini,” ujarnya dalam Tausiyah Ramadhan: Hilangnya Cahaya Al-Qur’an dari Sendi Kepemimpinan, di kanal YouTube Ra’yun TV, Kamis (19/2/2026).
Ia melanjutkan bahwa Al-Qur’an seharusnya menjadi pedoman dalam seluruh aspek kehidupan.
“Al-Qur’an adalah pedoman bagi kita dalam kehidupan rumah tangga. Al-Qur’an adalah pedoman dalam dunia pendidikan. Al-Qur’an pedoman dalam ekonomi. Al-Qur’an pedoman dalam berpolitik. Al-Qur’an pedoman di dalam bernegara. Inilah yang hari ini dilupakan oleh kaum Muslimin,” ungkapnya.
Karena itu, ia mengajak kaum Muslimin dan Muslimat menjadikan Ramadhan sebagai momentum untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai minhajul hayah atau pedoman hidup.
“Karena dengan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup maka akan diperoleh kemuliaan,” terangnya.
Dalam tausiyah tersebut, Kiai Yasin juga mengulas pertanyaan mendasar terkait fungsi Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dan kaitannya dengan kondisi kepemimpinan umat Islam saat ini.
“Kenapa hari ini Al-Qur’an tidak lagi dijadikan pedoman hidup? Kenapa Al-Qur’an tidak hadir dalam ekonomi, dalam politik, dalam negara? Karena hari ini Al-Qur’an kehilangan partnernya. Apa? kekuasaan. Harusnya kekuasaan dan Al-Qur’an tidak boleh dipisahkan,” pungkasnya.[] Muhar
![]()
Views: 5
















