Arif B. Iskandar: Santri Bagian dari Perjuangan Umat

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads
Arif B. Iskandar: Santri Bagian dari Perjuangan Umat

Tinta Media – Merefleksi Hari Santri, yang berakar pada resolusi jihad yang dicetuskan Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945 untuk menyerukan kewajiban mempertahankan kemerdekaan dan melawan kembalinya penjajahan, Pengasuh Pondok Pesantren Daarun Nahdhoh Ustadz Arif B. Iskandar menegaskan bahwa santri bagian dari perjuangan umat.

“Sejarah ini menegaskan bahwa santri bukan sekadar penuntut ilmu di pesantren, melainkan bagian dari perjuangan umat,” tulisnya di akun Facebook @Abi Arif, Sabtu (24/10/2026).

Ilmu agama, lanjutnya, harus melahirkan keberanian, pengorbanan dan kepedulian terhadap persoalan kehidupan.

“Akan tetapi, sebuah pertanyaan patut diajukan, apakah spirit jihad yang menggerakkan kaum santri dulu masih hidup dalam perjuangan umat Islam hari ini atau justru menyusut menjadi slogan dan seremoni tahunan?” tanyanya.

Jihad dan Wajah Baru Penjajahan

Ustadz Arif mengemukakan bahwa dahulu penjajahan tampil secara nyata dalam bentuk pendudukan fisik, perampasan wilayah dan penindasan terhadap rakyat. Karena itu perlawanan fisik menjadi bagian penting dari perjuangan mempertahankan kemerdekaan.

“Resolusi Jihad merupakan salah satu tonggak sejarah yang menunjukkan bagaimana ulama dan santri mengambil tanggung jawab dalam menghadapi ancaman tersebut,” ungkapnya.

Akan tetapi, sambungnya, wajah penjajahan dan dominasi pada masa kini tidak selalu hadir melalui pendudukan militer.

“Dalam perspektif pemikiran Islam ideologis, dominasi itu juga dapat berlangsung melalui penyebaran pemikiran, pengaruh politik, ketergantungan ekonomi, sistem hukum, pendidikan hingga pembentukan standar moral dan budaya,” jelasnya.

Ia mencontohkan kapitalisme-sekuler, misalnya, wajib dikritik dan dilawan karena menempatkan pemisahan agama dari pengaturan kehidupan publik sebagai salah satu landasan pemikirannya, serta menjadikan kepentingan material sebagai pertimbangan penting dalam kehidupan sosial.

“Karena itu, ketika suatu pemikiran diterima tanpa sikap kritis, ketika kepentingan ekonomi mengalahkan keadilan, atau ketika nilai-nilai agama disingkirkan dari pertimbangan kehidupan, umat Islam perlu melakukan evaluasi secara kritikal dan mendasar,” terangnya.

Jika dulu, ungkapnya, penjajahan fisik menuntut perlawanan fisik (jihad) untuk membebaskan wilayah, kini penjajahan pemikiran menuntut perjuangan ideologis untuk membebaskan cara berpikir kapitalistik-sekularistik.

“Perjuangan hari ini bukan dengan mengangkat senjata terhadap pihak yang berbeda pandangan, melainkan dengan membangun kesadaran, menguatkan dakwah, mengembangkan pemikiran Islam serta menawarkan solusi kehidupan berdasarkan akidah dan syariah Islam,” jelasnya.

Perspektif Islam

Dalam Islam, Ustadz Arif menerangkan, jihad secara syar’i memang berarti berperang di jalan Allah melawan kaum kafir penjajah.

Akan tetapi, sebutnya, spirit jihad—yakni perlawanan terhadap kekufuran—bisa tetap dirawat dalam rangka perjuangan menyampaikan kebenaran, melawan kezaliman, berdakwah dan mengerahkan kemampuan demi mewujudkan kehidupan yang diridhai Allah SWT.

Setiap bentuk perjuangan, menurutnya harus dijalankan sesuai dengan tuntunan syariah, sementara jihad bersenjata memiliki ketentuan hukum tersendiri.

“Berjihadlah kalian di jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya,” ujarnya mengutip Surah al-Hajj [22]: 78

Ayat ini, jelasnya, mengingatkan bahwa pengabdian kepada Allah SWT juga menuntut tanggung jawab terhadap keadaan umat.

“Karena itu pesantren perlu membekali santri bukan hanya dengan penguasaan kitab turats dan keluhuran adab, melainkan juga kemampuan membaca realitas sosial, ekonomi, hukum, pendidikan dan politik. Santri harus memahami dalil sekaligus kenyataan serta mampu membedakan gejala masalah dari akar penyebabnya,” pungkasnya.
[] ‘Aziimatul Azka

Loading

Views: 1

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA