Tinta Media – Jurnalis Senior Joko Prasetyo mengkritisi cara berpikir Influencer Fatimah Omar yang menyatakan aktivitas demonstrasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyulitkan pemerintah.
“Mbak Fatimah, menyebut Indonesia baik-baik saja ketika karhutla masih menjadi persoalan, lalu meminta masyarakat berhenti berdemo karena dianggap menyulitkan pemerintah, itu cara berpikir yang justru patut dikritik,” tulisnya dalam akun Facebook @Joko Prasetyo, Sabtu (24/10/2026).
Jurnalis yang akrab disapa Om Joy ini lantas mempertanyakan, sejak kapan rakyat yang menyuarakan penderitaan dan menuntut pertanggungjawaban penguasa menjadi penyebab keadaan darurat?
“Bukankah karhutla harus ditangani, sementara dugaan kelalaian, kerusakan lingkungan, dan kebijakan yang merugikan rakyat harus diusut?” lanjutnya mengingatkan.
Ia pun menegaskan agar jangan membalikkan logika. Pemerintah ada untuk mengurus rakyat, bukan rakyat yang harus membungkam kritik agar pemerintah nyaman bekerja.
Sebab, Om Joy menjelaskan bahwa demonstrasi damai merupakan salah satu cara atau sarana untuk menyampaikan aspirasi.
“Dalam Islam, mengoreksi penguasa yang menyimpang merupakan bagian dari muhasabah lil hukkam (mengoreksi penguasa), bukan tindakan yang otomatis membuat negara kacau,” jelasnya.
Rasulullah SAW, terang Om Joy, bahkan menyebut jihad yang paling utama adalah menyampaikan kalimat yang benar di hadapan penguasa yang zalim.
“Jihad yang paling utama adalah menyampaikan kalimat yang benar di hadapan penguasa yang zalim,” ujarnya mengutip Hadits Rasulullah Saw.
Tentu, sambungnya, kritik dan demonstrasi harus dilakukan secara benar, tidak dengan kekerasan atau perusakan. Namun, ketertiban tidak boleh dijadikan dalih untuk membungkam suara rakyat.
“Mengapa energi masyarakat yang mengkritik justru dipersoalkan, sementara akar persoalan yang mereka suarakan tidak dijawab?” tanyanya.
Perlu diingat, catatnya, ukuran benar dan salah bukanlah apakah suatu sikap menyenangkan penguasa, melainkan apakah sikap itu sesuai dengan kebenaran dan tuntunan Allah SWT. Seorang Muslim semestinya berpihak pada keadilan, siapa pun yang dizalimi dan siapa pun pelakunya.
“Jangan minta rakyat berhenti bersuara demi memudahkan pemerintah. Mintalah penguasa menyelesaikan masalah, bertanggung jawab, dan tidak menzalimi rakyat. Sebab, dalam Islam, kekuasaan adalah amanah yang akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah, bukan hak istimewa untuk bebas dari kritik,” pungkasnya.
[] ‘Aziimatul Azka
![]()
Views: 3
















