Catatan Kritis 2025: Ilman Silanas Soroti Perceraian, KDRT, hingga Gangguan Mental Masyarakat

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Praktisi kesehatan Ilman Silanas, M.Si, menyoroti berbagai persoalan sosial yang masih membelit masyarakat Indonesia saat ini, mulai dari tingginya angka perceraian, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), putus sekolah, hingga gangguan kesehatan mental.

Hal itu disampaikan Ilman dalam acara Special Interview bersama tim Catatan Kritis 2025 yang disiarkan di kanal Rayah TV, Sabtu (27/12/2025).

Ilman menyebutkan, persoalan keluarga rapuh menjadi salah satu masalah mendasar yang berdampak pada tingginya angka perceraian di Indonesia.

“Berbicara dari lingkungan yang paling kecil, dari tahun ke tahun angka perceraian itu tetap di angka 400 ribuan. Dan paling tinggi di Jawa Barat,” ujarnya.

Selain perceraian, ia juga menyoroti masih besarnya kasus kekerasan dalam rumah tangga.

“Tercatat sudah dilaporkan sekitar 10.000 kasus kekerasan dalam keluarga. Sedangkan di Komnas Perempuan ada tercatat sekitar 25.180 kekerasan pada wanita dan anak,” sesalnya.

Ilman juga menyinggung persoalan pendidikan, khususnya tingginya angka putus sekolah di Indonesia.

“Putus sekolah di Level SMK itu sekitar 4 juta orang se-Indonesia,” ungkapnya.

Bahkan, beber Ilman, yang paling menyedihkan adalah masih banyak remaja yang melakukan tawuran antar pelajar.

Menurutnya, tentu ini menjadi masalah serius yang harus segera diberikan solusi.

Di sisi lain, ia juga mengungkapkan tingginya jumlah masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan mental. Apalagi hampir tercatat 19 juta penduduk Indonesia mengalami masalah gangguan mental.

“Satu dari tiga ada permasalahan mental, yang terkonfirmasi dalam survei yang dilakukan oleh INU INSTITUT di daerah Jawa Barat,” ungkapnya.

*Tujuan Hidup*

Ilman juga menyoroti arah dan tujuan hidup masyarakat saat ini yang dinilainya semakin kabur.

“Kalau kita lihat, paradigma kita bermasyarakat itu untuk apa? Kita berkumpul bersama-sama menjalin hubungan itu apa tujuannya?” Tanyanya.

Ilman melihat, masih banyak individu yang tidak memiliki tujuan hidup yang jelas dan hanya berorientasi pada materi. Kondisi tersebut berdampak pada kesehatan mental. Ketika tidak mampu memenuhi standar tersebut, hidup mereka pun merasa gagal.

“Ya hidupnya (merasa) sudah tidak berharga lagi,” jelas Ilman.

Dari berbagai persoalan sosial yang ada, Ilman menyimpulkan pentingnya membangun ketahanan sosial di tengah masyarakat.

“Sehingga perlu ada ketahanan sosial. Saling memperhatikan, konsep ta’awun dalam Islam memang perlu untuk dikuatkan,” pungkasnya.[] Teti Rostika

Loading

Views: 27

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA