UIY Soroti Pentingnya Renungan di Arafah untuk Satukan Umat

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Cendekiawan Muslim Ustadz Muhammad Ismail Yusanto (UIY) menekankan pentingnya menjadikan momentum wukuf di Arafah sebagai ruang perenungan untuk memperkuat persatuan umat Islam.

“Di situlah pentingnya Arafah. Ibadah haji puncaknya wukuf di Arafah. Nabi mengatakan al-hajju Arafah. Di sanalah seharusnya jemaah merenungkan hal-hal substansial dalam kehidupan,” sorot UIY dalam program Live Wukuf Arafah: Membaca Pesan Arafah di Tengah Tantangan Zaman, di kanal YouTube @1Ummah-tv, Selasa (26/5/2026).

Renungan tersebut, menurutnya, yaitu terkait dengan tiga pertanyaan pokok kehidupan yang menjadi kunci agar pesan persatuan dan ketaatan yang disampaikan saat Arafah bisa diwujudkan umat.

UIY pun menyebut tiga hal pokok itu sebagai al-‘uqdatul kubra atau simpul besar kehidupan: dari mana kita berasal, untuk apa kita hidup, dan ke mana kita akan kembali?

Ia menilai, jika hal ini direnungkan secara tuntas, maka arah hidup umat ke depan bisa berubah. “Kita ini diciptakan oleh Allah untuk beribadah. Ibadah intinya beriman dan taat kepada-Nya,” imbuhnya.

Untuk memperkuat penjelasannya, UIY mencontohkan keteladanan Nabi Ibrahim as dan keluarganya yang disebut Allah SWT sebagai uswah hasanah dalam Al-Qur’an Surat Al-Mumtahanah ayat 4.

Ketaatan Nabi Ibrahim meninggalkan istri dan anaknya di lembah tandus, serta kesediaan Ismail disembelih, sebut UIY adalah bentuk sami’na wa atha’na kepada Allah SWT.

Lebih lanjut, UIY menyoroti kondisi lapangan saat wukuf yang menurutnya belum sepenuhnya dimanfaatkan untuk perenungan. Ia menyayangkan melihat banyak jemaah haji yang menghabiskan waktu untuk aktivitas yang kurang substansial.

“Dalilnya jelas, tapi tidak dipikirkan. Dalilnya tidak dibaca, tidak dipahami, tidak dikaitkan. Pembimbingannya ke mana? Jujur di situ masalahnya,” ujarnya.

Padahal, UIY menegaskan, pesan Arafah tentang persaudaraan universal tetap relevan untuk menyatukan umat Islam sedunia. Ia mengutip sabda Nabi saat Khutbah Arafah: _inna rabbakum waahidun, wa inna abaakum wahidun_ – sesungguhnya Tuhan kamu satu, bapakmu satu.

“Tuhan kita satu, nabi kita satu, kitab kita satu, kiblat kita satu. Mestinya sistem hukumnya juga satu. Kalau ini dipahami, umat tidak layak berpecah belah,” ungkapnya.

Ia menutup dengan menekankan bahwa pesan Arafah tentang persaudaraan dan ketaatan adalah kunci keluar dari perpecahan.

“Pesan Arafah itu luar biasa. Kita baru bicara Arafah saja. Belum Muzdhalifah, belum jumrah, belum tawaf. Kalau ini saja belum ditangkap, bagaimana yang lain?” pungkasnya.[] Langgeng Hidayat

Loading

Views: 8

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA