Tinta Media – Mempersoalkan pandangan ateisme yang menganggap tuhan tidak ada karena tidak dapat dijangkau oleh pancaindra, Founder Institute Muamalah Indonesia KH Muhammad Shiddiq Al-Jawi mengungkapkan bahwa keterbatasan pancaindra tidak dapat dijadikan dasar untuk menafikan keberadaan Allah SWT.
“Apa yang tidak dapat dilihat dengan mata, atau tidak dapat dijangkau indra lainnya, tidak berarti tidak ada. Karena pancaindra manusia itu terbatas,” ungkapnya kepada Tinta Media, Ahad (20/9/2026).
Kiai Shiddiq menjelaskan bahwa keterbatasan indra manusia menjadi salah satu alasan penting untuk tidak menjadikan pengamatan indrawi sebagai satu-satunya ukuran keberadaan sesuatu.
Ia mencontohkan bakteri yang tidak dapat dilihat secara langsung oleh mata manusia, tetapi keberadaannya tidak lantas dianggap tidak ada.
“Jasad renik (mikroorganisme) seperti bakteri, tidak dapat diindra oleh manusia, tetapi dia benar-benar ada,” ungkapnya lagi.
Keterbatasan serupa, lanjutnya, juga terdapat pada pendengaran manusia yang hanya mampu menjangkau suara dalam rentang tertentu.
“Suara di bawah 20 Hertz (misalnya suara semut yang berjalan di liangnya) dan suara di atas 20.000 Hertz (misalnya suara cuitan kelelawar saat terbang), benar-benar ada (exist), tetapi tidak dapat didengar oleh manusia,” ujarnya.
Lebih lanjut, Kiai Shiddiq menjelaskan bahwa keimanan atas keberadaan Allah memiliki dasar yang berbeda dengan keimanan terhadap sifat dan nama-Nya. Keberadaan Allah dijelaskan melalui dalil aqli, sedangkan sifat dan nama Allah didasarkan pada dalil naqli.
“Iman kepada adanya Allah (al-iman bi wujudillah), dalilnya: dalil aqli. Iman kepada sifat-sifat dan nama-nama Allah (al-iman bi shifaatillahi wa asmaa’ihi), dalilnya: dalil naqli,” jelasnya.
Ia menggunakan robot humanoid sebagai analogi sederhana untuk menjelaskan keberadaan pencipta, mengaitkan kerumitan robot dengan keberadaan pihak yang menciptakannya, kemudian membandingkannya dengan alam semesta yang memiliki tingkat keteraturan lebih kompleks sebagai dalil aqli keberadaan Allah.
“Robot humanoid ternyata ada penciptanya, yang lebih rumit dari robot pasti ada penciptanya juga bukan?” pungkasnya.[] Ikbal
![]()
Views: 3
















