Ustadz Tisna: Cinta Tanah Air Jangan Membatasi Persaudaraan Umat Islam

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Ulama Ustadz Tisna As-Syirbuni menegaskan bahwa cinta tanah air jangan sampai menyekat dan membatasi persaudaraan umat Islam di berbagai negeri-negeri Islam.

“Itu (mencintai tanah air) adalah hal yang fitrah, namun jangan sampai kecintaan kita pada tanah air itu kemudian menyekat-nyekat kita, membatasi kita untuk menolong saudara kita yang ada di Palestina, atau tempat-tempat yang lain yang mereka membutuhkan bantuan kita, pertolongan kita,” tegasnya dalam video Ukhuwah Islamiyah di Tengah Sekat Nasionalisme, Ramadhan Karim 1447 H, di kanal YouTube One Ummah TV, Senin (23/2/26).

Ustadz Tisna menjelaskan, mencintai tanah air atau kelahiran bukan hal yang salah, karena Rasulullah SAW pun mencintai tanah kelahirannya, yaitu Makkah.

“Rasulullah SAW mengatakan yang artinya sesungguhnya engkau (Makkah) adalah tanah yang terbaik bagi Allah, dan engkau adalah tanah yang paling dicintai oleh Allah,” ucapnya.

Rasulullah SAW, lanjutnya, sampai berdoa agar ketika hijrah dan sampai di Madinah, mencintai kota Madinah sebagaimana beliau mencintai Makkah.

“Artinya, seseorang itu mencintai tanah airnya adalah sesuatu hal yang fitrah bagi seorang manusia. Sebagaimana orang Sunda mencintai tanah Sundanya, orang Jawa mencintai tanah Jawanya, orang Sumatera akan kangen dengan kelahirannya di Sumatera ketika dia terbang (berada) di luar negeri,” jelasnya.

Maka di momentum Ramadhan ini, Ustadz Tisna mengingatkan dan mengajak umat Islam, untuk kembali dan senantiasa merajut ukhuwah Islamiyah. “Yaitu persaudaraan yang dibangun di atas dasar agama Islam,” sebutnya.

Hai itu, imbuhnya, sebagaimana yang dikatakan oleh Imam at-Thobari bahwa persaudaraan karena agama (Islam) itu lebih kuat.

“Sehingga kemudian, jangan sampai sekat-sekat negara-negara bangsa yang mengatasnamakan nasionalisme menyebabkan kaum Muslimin tidak mampu membantu satu sama lain, hanya dikarenakan mereka mengatakan persoalan Palestina adalah persoalan mereka bangsa Palestina, dan bukan persoalan bangsa kami,” ulasnya.

Di akhir, Ustadz Tisna mengatakan bahwa konsekuensi dari ukhuwah Islamiyah adalah di mana pun umat Islam berada maka mereka adalah saudara yang berbagai persoalannya wajib untuk dibantu.

Pasalnya, Ustadz Tisna menambahkan, jika umat ini bersatu membantu Palestina, bahkan berjihad mengusir penjajah entitas Yahudi, pasti Allah SWT akan menurunkan pertolongan-Nya.

“Membebaskan saudara-saudara kita di Palestina. Dengan izin Allah SWT, dalam waktu dekat insya Allah,” tutupnya.[] Nandang Fathurrohman

Loading

Views: 23

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA