“Lalu bagaimana agar kita bisa tetap istiqamah dalam ketaatan kepada Allah SWT? Beberapa hal mesti dilakukan,” tuturnya kepada Tinta Media, Kamis (12/5/2022).
Pertama, beriman secara benar dan lurus. “Menyatu antara keyakinan, ucapan dan tindakan. Lihat Al-Qur’an surah Ibrahim ayat 27,” ujarnya.
Kedua, mengkaji, menghayati dan mengamalkan seluruh isi Al Qur’an. “Lihat Al Qur’an surah an-Nahl ayat 102, al-furqan ayat 32,” lanjutnya.
Ketiga yakni menjalankan segala amal dengan ikhlas dan selalu berusaha terikat dengan syariah (QS.bAl-Bayyinah: 5).
Keempat, banyak menjalankan amal-amal yang Sunnah seperti shalat malam, shaum sunnah, dan lain-lain. “Selain tentu konsisten dalam menjalankan berbagai kewajiban,” paparnya.
Kelima adalah membaca kisah-kisah orang shalih terdahulu sehingga bisa dijadikan teladan dalam beristiqamah. “Dalam Al-Qur’an banyak diceritakan kisah-kisah para nabi, Rasul dan orang-orang yang beriman yang terdahulu. “Kisah-kisah ini Allah jadikan untuk meneguhkan hati Rasulullah Saw. dan tentu orang-orang Mukmin. Lihat Al-Qur’an surah Hud ayat 11,” ulasnya.
Keenam adalah bergaul dengan orang-orang shalih. Allah SWT menyatakan dalam Al Qur’an bahwa salah satu sebab utama yang menguatkan para sahabat adalah keberadaan Rasulullah Saw. di tengah-tengah mereka. “Allah SWT juga memerintahkan agar kita selalu bersama dengan orang-orang yang baik. Lihat Al Qur’an surah at-taubah ayat 119,” tukasnya.
Ketujuh, memperbanyak doa kepada Allah SWT agar diberi keistiqamahan. Allah SWT memuji orang-orang yang beriman yang selalu berdoa kepada-Nya untuk meminta keteguhan iman ketika menghadapi ujian. “Lihat Al Qur’an surah Ali Imran ayat 146-148, surah Al Baqarah ayat 250, surah Ali Imran ayat 8,” ungkapnya.
Alhasil, ujar Ustaz ABI, Ramadhan boleh saja tinggal kenangan. “Namun, selayaknya kita tetap menjadi orang-orang yang istiqamah dalam ketaatan kepada Allah SWT, termasuk dalam berdakwah demi memperjuangkan tegaknya syariah secara kaffah,” pungkasnya.[] Ajirah
![]()
Views: 17

















