Kewajiban Puasa Dimulai dengan Seruan Iman

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Master Trainer Qur’an Ustaz Harun Al Rosyid menjelaskan bahwa firman Allah SWT dalam QS al-Baqarah ayat 183 memulai seruannya dengan seruan iman ketika memerintahkan kewajiban berpuasa.

“Dalam QS al-Baqarah ayat 183 yang berisi perintah puasa, Allah SWT telah memulainya dengan seruan iman yaitu diawali menyeru kepada orang-orang yang beriman,” ujarnya dalam Minute to Change: Menyambut Ramadhan dengan Gelora Keimanan di kanal Youtube One Ummah TV, Selasa (4/3/2025).

Mengutip pendapat Ali Ash Shobuni, lanjutnya, dijelaskan bahwa Allah menyeru mereka dengan seruan iman agar menggerakkan pada rasa taat dan membakar gelora api keimanan.

“Gelora iman yang terbakar akan membuat mereka yaitu kaum Muslimin merespons perintah shaum sudah dengan gelora keimanan yang penuh antusias menyambut perintah-Nya. Ini menjadi barometer buat kita ketika Allah menyeru dengan seruan iman,” urainya.

“Dengan barometer ini, akan memunculkan tanya, apakah tergerak rasa iman kita merespons perintah Allah? Atau kita tenang-tenang saja menyikapinya?” ungkapnya.

Karena itulah, kata Harun, dulu para sahabat ketika Rasul menyuruh mereka bersegeralah kalian kepada ampunan Tuhan kalian dan surganya yang seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa, ada seorang sahabat nabi yang merespons dengan cepat.

Ia menjelaskan lebih lanjut, sahabat tersebut saat mendengar seruan tersebut ia sedang makan kurma namun dihentikannya dan segera terjun ke medan perang lalu syahid, dan dia mendapatkan balasan surga.

“Pun Ketika ada larangan minum khamr, berjudi, menyembah berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah adalah kotor, najis, dan perbuatan setan, para sahabat langsung meninggalkan perbuatan-perbuatan tersebut. Padahal khamr dan perbuatan lainnya sudah mentradisi ratusan tahun,” tandasnya.

Menurutnya, tentu ini adalah harapannya ketika Allah menyeru dengan seruan iman atas kewajiban puasa, maka kaum Muslimin akan langsung meresponsnya dengan mengatakan: ‘Kami mendengar, Ya Allah dan kami segera menaati’.

“Tentu bukan hanya perintah shaum yang kita respons seperti itu. Seluruh perintah dan larangan Allah karena dorongan iman yang bergelora langsung kita bersikap sami’na wa atha’na.  Kita menyambut shaum dengan gelora keimanan sehingga kita bersemangat untuk mengisi hari-hari Ramadhan,” pungkasnya.[] Erlina

Loading

Views: 29

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA