Tinta Media – Saat seseorang berkuasa, ujian terbesar adalah munculnya kesombongan di dalam hati. Merasa paling hebat dan berkuasa, sehingga bebas mengatakan apa saja meskipun merendahkan dan menyakiti orang lain. Berbuat semaunya dan menzalimi rakyat di bawah kekuasaannya. Padahal, sewaktu-waktu, Allah Yang Maha Kuasa dan Maha Berkehendak, bisa mencabut kekuasaan dari siapa saja yang Dia kehendaki.
Dalam sejarah, bahkan dikisahkan dalam Al-Qur’an, Firaun dengan kekuasaan luar biasa membuat dirinya sombong. Ia bahkan berani mengangkat dirinya sebagai Tuhan. Namun ia berakhir mengenaskan; ia bersama bala tentaranya ditenggelamkan di Laut Merah.
Harusnya, mereka yang diberi kekuasaan saat ini bisa belajar dari kisah Firaun yang berakhir tragis, mendapatkan azab pedih karena kesombongannya. Jangan sewenang-wenang kepada rakyat kecil yang teraniaya karena doa orang yang teraniaya mustajab. Hidup ini singkat, begitu pula kekuasaan yang akan segera berakhir. Gunakan kekuasaan atau jabatan untuk mengukir jejak kebaikan dengan menghasilkan kebijakan yang berpihak pada rakyat, bukan oligarki atau hanya untuk memperkaya diri sendiri dan kelompoknya.
Stop berpolitik hanya untuk memuaskan ambisi mempertahankan kekuasaan. Berpolitiklah untuk mengurusi urusan rakyat dan menegakkan kebenaran di muka bumi. Hidup ini hanya sebentar dan kekuasaan yang kau dapat tidaklah lama. Oleh karena itu, gunakan kekuasaan untuk melakukan kebaikan bagi banyak orang, sebelum ajal datang menjemput.
Jangan engkau sombong dan merasa paling berjasa karena telah berkuasa selama beberapa dekade. Jangan merasa paling cantik dan hebat serta disukai banyak orang karena telah menduduki posisi penting di negeri ini. Mudah bagi Allah mencabut kekuasaan dan menenggelamkanmu dalam kehinaan karena kesombongan. Sadarlah sebelum terlambat dan sebelum pintu taubat tertutup bagimu, wahai penguasa yang sombong. Wallahualam bissawab.
Oleh: Mochamad Efendi,
Sahabat Tinta Media
![]()
Views: 28








