Gaza sangat Tak Layak Jatuh ke Tangan AS

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Perkataan presiden Donald Trump bahwa Amerika Serikat dapat mengambil alih dan memiliki Gaza sekaligus menempatkan penduduknya di tempat lain menuai kecaman dari berbagai pihak. Komentar Trump muncul saat gencatan senjata sedang berlangsung antara Hamas dan Israel di tengah kebimbangan tentang masa depan Gaza. PBB memperkirakan sekitar dua pertiga bangunan di jalur Gaza telah hancur atau rusak setelah 15 bulan pertempuran (www.bbc.com, 6/2/2025).

Donal Trump begitu ambisi untuk mengambil alih dan mengusir warga Gaza. Hal ini terus memanas di tengah penyerangan di seluruh wilayah Tepi Barat oleh militer zionis hingga korban terus berjatuhan padahal masih dalam fase gencatan senjata. Sungguh sebuah tindak kebencian, pelanggaran, dan kekejian yang nyata. Lalu bagaimana mungkin Gaza menyerahkan masa depannya sendiri kepada AS? Begitu pun juga negeri Muslim lain akan diam membiarkannya?

Amerika Serikat sebagai pengusung ideologi kapitalis dengan segala aturan yang dilahirkannya jelas-jelas tidak layak untuk memimpin Gaza juga dunia. Karena aturannya merupakan aturan buatan manusia yang sangat lemah bukan aturan Allah yang Maha Sempurna. Mana mungkin sistem cacat akan berhasil mengurusi manusia-manusia mulia dan negeri yang mulia seperti penduduk Palestina? Sungguh hal mustahil.

Saat ini yang harus dilakukan untuk menolong Palestina adalah dengan persatuan kaum Muslim seluruh dunia dalam satu kepemimpinan yang disertai dengan kekuatan politik dan militer yang kokoh. Hal ini akan terwujud jika ada khilafah di tengah-tengah kaum Muslim. Yakni sebuah institusi negara di mana seluruh kaum Muslim sedunia bernaung di dalamnya dan tunduk terhadap hukum-hukumnya.

Sistem khilafah juga sebuah sistem yang menerapkan syariah Islam secara kaffah.
Khilafah akan bertanggung jawab dan melindungi umat dari berbagai penindasan serta melindungi wilayah kaum Muslimin di mana pun dari penjajahan dan perampasan.

Terlebih tanah Palestina adalah tanah kaum Muslimin. Syariah Islam mewajibkan kaum Muslim untuk berjihad di jalan Allah SWT. Maka ketika negeri mereka dijajah dan dikuasai oleh kaum kafir semua wilayah kaum Muslimin akan bergerak untuk melindunginya. Karena itu perjuangan membebaskan Palestina adalah kewajiban umat Islam untuk membela agama, kehormatan, dan hak umat Islam serta dalam rangka melawan kezaliman.

Wallahu a’lam bish shawwab.

 

 

 

Oleh: Ummu Sigit
Sahabat Tinta Media

Loading

Views: 26

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA