Nestapa Muslim Gaza Berlebaran di Tengah Reruntuhan

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Duka nestapa seolah masih enggan meninggalkan muslim di Gaza. Mereka merayakan Lebaran di tengah reruntuhan gedung-gedung dan tenda-tenda darurat, di tengah kondisi kemanusiaan yang memprihatinkan, sementara blokade masih berlangsung. Di tengah kondisi pengungsian yang terus memburuk, mereka menghadapi kekurangan pangan, krisis air bersi, dan sulit memperoleh kebutuhan pokok lainnya.

Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat merayakan Idulfitri. Puluhan ribu warga Palestina berkumpul untuk melaksanakan salat Idulfitri di seluruh Jalur Gaza pada Jumat (20/3) pagi. Allahu Akbar, lantunan takbir pun menggema di antara puing-puing reruntuhan gedung akibat agresi Israel (Minanews.net 20/004/2026).

Ironisnya, negara-negara muslim di sekitar tak peduli keadaan mereka, bahkan lebih fokus memerangi Iran. Mereka bersekutu dengan negara kafir sehingga penderitaan rakyat Gaza pun terlupakan. Kondisi yang mengenaskan ini seharusnya bisa dirasakan pula oleh muslim di seluruh dunia, seperti yang tercantum dalam hadis riwayat Muslim,

مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ، مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى

“Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling mencintai, menyayangi, dan mengasihi bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya ikut terjaga dan panas (turut merasakan sakitnya).” (HR. Muslim)

Umat Islam seharusnya terikat dalam persaudaraan yang erat dan tidak bercerai berai. Jika satu muslim tertimpa musibah, maka muslim lain harus merasakan kepedulian dan berupaya meringankan bebannya. Momentum idulfitri ini seharusnya menjadi pemersatu umat setelah melaksanakan puasa Ramadan sebulan penuh di bulan yang sama dan di waktu yang sama. Namun, kenyataannya muslim Gaza harus berjuang sendiri melawan kesewenangan Zionis.

Kaum muslimin di seluruh dunia bahkan hanya diam ketika tentara Zionis melarang kaum muslimin Gaza melaksanakan salat Idulfitri di dalam masjid. Pasukan penjajah Israel memperketat pembatasan masuk warga muslim Palestina ke Masjid Ibrahimi di kota Hebron, Tepi Barat pada Jumat (20/04) dan mencegah ribuan jamaah Palestina yang akan melaksanakan salat Idulfitri (minanews.net 25/04/2026).

Tindakan ini tentu merupakan bentuk pelanggaran terhadap kebebasan beragama dan telah mencederai kesucian tempat ibadah.

Apakah benar dan layak apabila Board of Peace (BoP) berperan dalam menciptakan perdamaian? Di mana keberadaan mereka saat rakyat Palestina diserang, bahkan beberapa saat setelah pembentukan BoP, atau saat Zionis melarang kaum muslimin untuk beribadah, bahkan menghancurkan masjid-masjid? Sungguh, hal ini memperlihatkan wajah asli, bahwa BoP hanya sebagai alat hegemoni kafir penjajah Barat terhadap Palestina.

Islam Solusi Tuntas

Satu-satunya solusi dalam pembebasan Palestina adalah dengan menegakkan sistem Islam, yaitu melalui Khilafah Islamiah. Islam akan menjamin dan menjaga kemuliaan mereka. Rasulullah saw. bersabda,

“Sungguh imam (khalifah) adalah perisai. Orang-orang berperang di belakangnya dan berlindung dengan dirinya.” (HR. Muslim)

Al-Qur’an sebagai pedoman umat Islam mengajarkan untuk berkasih sayang dan lemah lembut terhadap muslim dan bersikap keras terhadap orang kafir, firman Allah Swt.

“Muhammad adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia bersikap keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka ….”
(QS. Al Fath: 29)

Ukhuwah islamiyah akan menjadi pengikat bagi umat Islam di seluruh dunia untuk membebaskan penderitaan saudara sesama muslim.

Islam akan menegakkan kewajiban jihad fi sabilillah dalam mengusir penjajah Zionis dari tanah Palestina. Sebagaimana firman Allah Swt,

“Wahai orang yang beriman! Perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu, dan hendaklah mereka merasakan sikap tegas darimu, dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang yang bertakwa.” (QS. At-Taubah: 123)

Islam akan menjalankan fungsinya sebagai junnah atau perisai (pelindung) umat dan menolak perjanjian dengan kaum kafir harbi (kafir yang memerangi kaum muslimin). Dalam Islam, tidak ada sekat-sekat nasionalisme yang menjadi penyebab terpecahbelahnya kaum muslimin. Kewajiban jihad akan terlaksana apabila muslim bersatu di bawah kepemimpinan Khilafah ala minhajinnubuwah.

Oleh: Rini Rahayu
Aktivis Muslimah Yogyakarta

Loading

Views: 10

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA