Program BLT dan Magang Nasional: Kebijakan Andalan Penguasa Kapitalis

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Pemerintah pada 17 Oktober 2025 resmi meluncurkan paket program ekonomi berupa Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) dan Program Magang Lulusan Perguruan Tinggi (Magang Nasional). Kedua program ini disebut sebagai bagian dari delapan program akselerasi tahun 2025 dan lima program unggulan yang berfokus pada penciptaan lapangan kerja. Semua diklaim untuk memperkuat fondasi ekonomi dan memperluas kesempatan kerja di berbagai sektor.

 

Program BLT Kesra

 

Program BLT Kesejahteraan Rakyat yang menggelontorkan dana hingga Rp30 triliun ini menargetkan lebih dari 35 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan diharapkan menjangkau sekitar 140 juta jiwa, dengan asumsi satu KPM terdiri dari ayah, ibu, dan dua anak. Program ini menyasar masyarakat pada desil 1 hingga 4 berdasarkan data sosial sensus ekonomi nasional.

 

Bantuan ini merupakan tambahan di luar BLT reguler yang selama ini disalurkan melalui Kementerian Sosial (Kemensos) kepada 20,88 juta KPM dalam Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan sembako (BPNT/Bantuan Pangan Non Tunai). BLT Kesra sebesar Rp300.000 per bulan akan diberikan selama tiga bulan (Oktober–Desember) dan disalurkan sekaligus sebesar Rp900.000, yang mulai diberikan sejak 20 Oktober 2025.

 

Program Magang Nasional 2025

 

Program ini ditujukan bagi para lulusan baru (fresh graduate) perguruan tinggi. Pada gelombang pertama, program diikuti oleh 20.000 peserta magang yang resmi bekerja sejak 20 Oktober 2025. Pemerintah akan membuka pendaftaran gelombang kedua pada November 2025 dengan peningkatan kuota menjadi 80.000 peserta.

 

Peserta magang menerima uang saku bulanan sesuai standar upah minimum daerah (UMK) serta memperoleh Perlindungan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) dan Jaminan Kematian (JKM) tanpa potongan dari uang saku. Saat ini tercatat 1.668 perusahaan telah mendaftar dan menyiapkan 26.181 lowongan kerja, dengan 156.159 pelamar yang telah mengikuti seleksi.

 

Kebijakan Quick Wins

 

Sekilas, kedua program tersebut tampak menjawab persoalan ekonomi dan pengangguran rakyat. Namun sejatinya, program ini merupakan agenda “quick wins” penguasa sebagai strategi pencitraan politik untuk menunjukkan hasil kerja cepat di awal masa jabatan. Akibatnya, akar permasalahan kemiskinan dan pengangguran justru tidak tersentuh.

 

Sistem Ekonomi Kapitalis

 

Program BLT dan Magang Nasional mencerminkan pola pikir penguasa dalam sistem kapitalisme sekuler, di mana kesejahteraan rakyat hanya diukur dari angka pertumbuhan ekonomi, bukan pemerataan distribusi. Selama kebijakan masih berpijak pada sistem kapitalisme, solusi yang ditawarkan hanya bersifat jangka pendek dan tidak menyentuh akar masalah.

 

Berbagai penyimpangan sering muncul dalam pelaksanaannya: data penerima yang tidak akurat, potensi korupsi dan pungutan liar, kuota magang yang terbatas, hingga lemahnya perlindungan bagi peserta magang. Sementara itu, akar persoalan utama—seperti monopoli sumber daya alam dan ketergantungan terhadap modal asing—justru diabaikan.

 

Penguasa tampak seolah membantu rakyat, padahal sistem yang menindas tetap dipertahankan. Padahal, sumber daya alam yang melimpah di negeri ini sejatinya cukup untuk menuntaskan masalah kemiskinan dan pengangguran—jika dikelola dengan sistem yang benar. Masalahnya bukan pada sedikitnya program pemerintah, tetapi pada sistem yang keliru.

 

Solusi Hakiki dalam Sistem Islam

 

Sudah saatnya meninggalkan sistem kapitalisme dan beralih kepada sistem Islam yang sahih. Dalam Islam, negara memiliki sumber pendapatan besar tanpa harus membebani rakyat dengan pajak yang mencekik atau berutang ke luar negeri.

 

Sumber daya alam harus dikelola oleh negara sesuai syariat dan hasilnya digunakan sepenuhnya untuk kepentingan rakyat: menciptakan lapangan kerja, menyediakan layanan publik gratis, serta menjamin kesejahteraan sosial yang berkelanjutan. Intinya, hanya dengan kembali pada sistem Islam, kesejahteraan hakiki dapat terwujud. Wallahualam bissawab.

 

Oleh: Pratiwi Sulistiowati, S.Kom.,

Sahabat Tinta Media

Loading

Views: 49

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA