Kritik Said Didu Berujung Pelaporan, FDMPB: Inilah Paradoks Demokrasi!

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Kritik Said Didu terkait Proyek Strategis Nasional Pantai Indah Kapuk 2 (PSN PIK-2) yang berujung pada pelaporan dirinya, ditanggapi oleh Ketua Forum Doktor Muslim Peduli Bangsa (FDMPB) Dr. Ahmad Sastra.

“Inilah paradoks demokrasi. Dalam demokrasi kebebasan berpendapat dijamin, namun ketika rakyat kritis atas kebijakan pemerintah, justru cenderung dikriminalisasi dan akhirnya masuk penjara,” ujarnya kepada Tinta Media, Rabu (20/11/2024).

Menurutnya, kritik dari masyarakat dapat mengidentifikasi kelemahan atau kekurangan dalam kebijakan yang ada, yang pada gilirannya dapat membantu pemerintah untuk melakukan perbaikan.

“Pemerintah yang mendapat pengawasan dan kritik yang konstruktif akan lebih berhati-hati dalam mengambil kebijakan. Ini mencegah penyalahgunaan kekuasaan dan memastikan bahwa kebijakan yang diambil benar-benar berorientasi pada kepentingan rakyat,” ulasnya.

Bagian Ibadah

Ahmad lalu membandingkannya dengan Islam. “Dalam Islam aktivitas mengkritik penguasa (muhasabah lil hukkam) adalah bagian dari ibadah, bahkan jihad,” tegasnya.

Ia mengutip sabda Rasulullah SAW “Jihad yang paling afdhal adalah menyatakan keadilan di hadapan penguasa yang zalim.”

“Jadi aktivitas mengkritik penguasa yang zalim kepada rakyat, dalam Islam justru kebaikan dan bernilai jihad paling besar,” tutupnya.[] Muhammad Nur

Loading

Views: 13

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA