Tinta Media – Kritik Said Didu terkait Proyek Strategis Nasional Pantai Indah Kapuk 2 (PSN PIK-2) yang berujung pada pelaporan dirinya, ditanggapi oleh Ketua Forum Doktor Muslim Peduli Bangsa (FDMPB) Dr. Ahmad Sastra.
“Inilah paradoks demokrasi. Dalam demokrasi kebebasan berpendapat dijamin, namun ketika rakyat kritis atas kebijakan pemerintah, justru cenderung dikriminalisasi dan akhirnya masuk penjara,” ujarnya kepada Tinta Media, Rabu (20/11/2024).
Menurutnya, kritik dari masyarakat dapat mengidentifikasi kelemahan atau kekurangan dalam kebijakan yang ada, yang pada gilirannya dapat membantu pemerintah untuk melakukan perbaikan.
“Pemerintah yang mendapat pengawasan dan kritik yang konstruktif akan lebih berhati-hati dalam mengambil kebijakan. Ini mencegah penyalahgunaan kekuasaan dan memastikan bahwa kebijakan yang diambil benar-benar berorientasi pada kepentingan rakyat,” ulasnya.
Bagian Ibadah
Ahmad lalu membandingkannya dengan Islam. “Dalam Islam aktivitas mengkritik penguasa (muhasabah lil hukkam) adalah bagian dari ibadah, bahkan jihad,” tegasnya.
Ia mengutip sabda Rasulullah SAW “Jihad yang paling afdhal adalah menyatakan keadilan di hadapan penguasa yang zalim.”
“Jadi aktivitas mengkritik penguasa yang zalim kepada rakyat, dalam Islam justru kebaikan dan bernilai jihad paling besar,” tutupnya.[] Muhammad Nur
![]()
Views: 13
















