Harga Jelang Ramadan, Mengapa Selalu Terjadi Lonjakan?

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Sesuatu yang selalu terjadi belum juga menemukan solusi yang tepat, akhirnya sesuatu tersebut seakan dianggap wajar. Sesuatu itu adalah kenaikan harga menjelang bulan suci Ramadan yang selalu terjadi dari tahun ke tahun.

Seperti diungkapkan oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas), bahwa ada beberapa komoditas pangan yang mengalami kenaikan harga menjelang bulan Ramadan, bahkan lebih tinggi dari yang ditetapkan oleh pemerintah.

Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi, mengatakan komoditas-komoditas tersebut kini masih dijual di pasaran pada tingkat konsumen dengan harga di atas Harga Acuan Pembelian (HAP) juga Harga Eceran Tertinggi (HET). Komoditas tersebut di antaranya MinyaKita, cabai rawit merah, cabai merah keriting, dan beras medium (Kumparan.com, 04/02/2025).

Tradisi Kenaikan Harga Imbas Penerapan Sistem Kapitalis

Ketika sudah sering atau bahkan rutin terjadi kenaikan harga menjelang bulan suci Ramadan, seharusnya hal itu dapat diantisipasi jauh-jauh hari sebelum mendekati datangnya Ramadan agar harga terkendali. Faktanya, dari tahun ke tahun tetap saja terjadi kenaikan secara signifikan yang seolah ini merupakan sebuah tradisi yang pasti terjadi.

Meningkatnya jumlah permintaan terhadap berbagai barang di bulan Ramadan dan kurangnya persediaan menjadi alasan klise untuk mewajarkan kondisi ini. Kalau itu benar, seharusnya dari jauh hari sudah ditambah persediaan agar stok aman dan tidak terjadi kelangkaan, sehingga harga barang tetap stabil. Nyatanya tidaklah demikian. Kenaikan harga tetap saja terus berulang.

Hal ini menunjukkan adanya masalah pendistribusian barang yang tidak tepat, sehingga berpotensi menimbulkan kelangkaan dan membuat kenaikan harga barang. Atau memang ada pihak-pihak tertentu yang sengaja menimbunnya demi memperoleh keuntungan lebih besar? Siapa lagi yang bisa melakukan penimbunan kalau bukan pihak yang bermodal besar.

Diakui atau tidak, ada problem lain yang memengaruhi naiknya harga di tengah daya beli masyarakat yang makin menurun, seperti jaminan kelangsungan produksi barang kebutuhan, problem pada rantai pasok (adanya mafia impor, kartel, terjadi monopoli, dll). Inilah imbas diterapkannya sistem Kapitalis yang berorientasi pada keuntungan materi. Tak heran, apapun dilakukan meskipun merugikan dan mempersulit orang lain demi mendapatkan keuntungan pribadi.

Islam Menjamin Ketersediaan Barang

Kondisi di atas jelas berbeda ketika sistem kehidupan yang diterapkan adalah Islam. Sebab, asas Islam adalah akidah Islam yang tujuan hidupnya untuk mendapatkan keridhaan Allah. Maka, setiap akan melakukan perbuatan pasti mempertimbangkan apakah diperintahkan oleh Allah atau harus ditinggalkan. Manusia tidak akan melakukan tindakan yang merugikan orang lain karena tujuannya bukan semata mendapatkan materi.

Pemimpin dalam Islam (Khalifah) menjalankan tugasnya dengan amanah sesuai syariat Islam. Khalifah menjadikan ketersediaan pangan dan jaminan distribusi yang merata sebagai tanggung jawab negara. Islam juga akan memastikan tidak ada penimbunan, tidak ada kecurangan, tidak ada permainan harga, sehingga masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan-kebutuhannya dengan harga yang terjangkau dan mudah.

Negara akan meningkatkan produksi untuk menyelesaikan problem kelangkaan. Juga melakukan pemantauan dan pengendalian harga komoditas-komoditas ini beserta antisipasinya sesuai syarak. Sistem ekonomi Islam meniscayakan adanya pengaturan yang dapat menjamin terpenuhinya kebutuhan rakyat atas pangan dengan harga murah dan mudah diakses.

Ketika semua dilakukan atas landasan keimanan, maka penyimpangan-penyimpangan akan terminimalisir. Islam pun akan mampu mewujudkan keimanan individu, sehingga terbentuk pula kontrol masyarakat dan terwujud peran negara yang optimal sesuai ketentuan syarak.

Wallahu a’lam.

 

Oleh: Wida Nusaibah
Pemerhati Kebijakan Publik

 

Loading

Views: 12

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA