Spirit Penting Ibadah Haji yaitu Tauhid

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Cendekiawan Muslim Ustadz Ismail Yusanto mengatakan bahwa spirit penting ibadah haji yaitu Tauhid.

“Spirit penting dari ibadah haji itu yaitu tauhid,” tuturnya dalam program Focus to the Point Haji yang Hentikan Korupsi, Bagaimana? Kamis (5/6/2025) di kanal YouTube UIY Official.

Menurutnya, teladan yang luar biasa yang harus ditangkap oleh jamaah haji dan juga jamaah umrah semestinya yaitu tauhid. “Tauhid, keimanan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang puncak. Dengan ketaatan yang puncak itu, apa pun perintah Allah meski tadi sudah disebut perintah itu tampak tidak masuk akal atau tampak kejam, menyembelih anaknya sendiri,” ujarnya.

“Jadi kalau ditanya apa pelajaran paling penting tauhid itu? Nah itu yang harus ditangkap dan itu pula yang semestinya didapat di dalam perenungan saat jamaah haji itu wukuf di Arafah. Kita tahu bahwa puncak jemah haji puncak ibadah haji itu kan wukuf _alhaju Arafah_. Dan apa yang dilakukan oleh jamaah haji ketika wukuf, enggak ada yang dilakukan, dalam pengertian tidak ada di situ kewajiban untuk melakukan sesuatu kecuali mereka memang berdiam di situ Itu dan ketika diam itulah justru harus bisa menangkap spirit penting dari ibadah haji,” tukasnya.

Ia menyatakan bahwa tauhid atau keimanan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala harus terwujud secara nyata seperti yang ditunjukkan oleh Nabi Ibrahim Alaihi Salam dan keluarganya juga, yaitu ketaatan penuh kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Karena itu jika sudah berhaji atau berumrah, mestinya tauhidnya makin memuncak, ketaatan juga makin mendalam, ketaatan kepada perintah Allah Subhanahu Wa Ta’ala, melaksanakan perintahnya dan menjauhi larangannya, “Itu mestinya,” tegasnya.

“Dan jika ini spirit ditangkap betul oleh jamaah haji, maka mestinya negeri ini, yang kuota jamah haji paling besar di dunia. Dan tentu saja jumlah orang yang sudah pergi haji ke tanah suci apalagi ditambah dengan umrah itu juga tentu paling besar. Mestinya tidak seperti sekarang ini,” bebernya.

Ia menilai bahwa negeri ini banyak sekali dilihat paradoks. Di mana negeri ini jamaah hajinya paling banyak tapi sekaligus korupsi juga paling banyak. Yang melakukan korupsi sebagiannya itu adalah yang sudah pergi haji. “Lalu di mana itu spirit tauhidnya itu yang dulu mestinya dia dapat dari ibadah haji itu,” ungkapnya.

Ia melanjutkan bahwa orang pergi haji itu selalu harapannya mabrur atau makbul. Tanda-tanda mabrur itu menurut Imam As Suyuti adalah bahwa orang yang pulang dari ibadah haji itu jadi lebih baik daripada sebelumnya. Lebih baik keimanannya, lebih baik ketaatannya. “Jadi kalau sebelumnya itu dia tidak menutup aurat, dia tutup aurat. Kalau sebelumnya tidak sholat, dia rajin sholat. Kalau sebelumnya itu dia tidak memperhatikan halal dan haram, dia sekarang perhatikan halal dan haram. Kalau sebelumnya korupsi, dia harus kembalikan uang korupsinya. Kalau dia sebelumnya itu memperjuangkan atau membela sekularisme, dia mestinya sekarang membela Islam. Begitu mestinya,” paparnya.

“Karena itu, jika itu dihayati betul, ini negara beres sebenarnya, dari ibadah yang luar biasa itu,” tandasnya.[] Ajira

Views: 29

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA