Tinta Media – Jurnalis Joko Prasetyo mengatakan bahwa haji bukan sekadar ritual tahunan.
“Haji bukan sekadar ritual tahunan,” tuturnya sebagaimana rilis yang diterima Tinta Media pada Senin (24/5/2026).
Namun, lanjutnya, cermin terbuka tentang bagaimana manusia bisa berdiri setara tanpa sekat nasionalisme, ras, dan kelas sosial.
Om Joy sapaan akrabnya, menjelaskan dalam sejarah Islam, kesatuan itu tidak hanya hadir dalam ritual ibadah, tetapi juga pernah diupayakan dalam ruang politik melalui institusi khilafah.
“Sebagai kepemimpinan umum yang menyatukan umat dalam satu otoritas hukum dan arah kebijakan,” ujarnya.
Seperti haji, jelas Om Joy, yang menyatukan umat dalam satu ibadah global tanpa sekat. “Demikian pula khilafah dipahami sebagai ikhtiar politik untuk menjaga kesatuan umat agar tidak terpecah oleh batas-batas nasionalisme modern,” terangnya.
Ia menegaskan, kesatuan Umat Islam dalam institusi politik khilafah bukan romantisme sejarah. Namun, Islam meletakkannya dalam fondasi wahyu yang sangat jelas.
Selanjutnya, ia mengutip ayat QS. al-Anbiya ayat 92, yang artinya: “Sesungguhnya umat ini adalah umat yang satu, dan Aku adalah Tuhan kalian, maka bertakwalah kepada-Ku”.
Ayat ini, sambung Om Joy, bukan hanya seruan spiritual, tetapi juga penegasan arah hidup umat.
“Satu akidah, satu orientasi pengabdian, dan satu kesadaran kolektif sebagai umat Islam,” tegasnya.
Terakhir, Om Joy menekankan bahwa haji merupakan manifestasi paling nyata dari kesatuan tersebut.
“Dalam sejarah, khilafah menjadi salah satu bentuk ikhtiar politik untuk menjaga agar kesatuan tersebut tidak hancur oleh kepentingan-kepentingan yang saling bertabrakan,” pungkasnya.[] Nur Salamah
![]()
Views: 6
















