Tinta Media – Dalam upacara kenegaraan perayaan 17 Agustus 2025 di Istana Negara, Jakarta, diumumkan tentang kepedulian bangsa Indonesia kepada Palestina. Pemerintah telah mengirimkan bantuan 10 ribu ton beras. Bentuk empati itu perlu diapresiasi walaupun tidak ditunggu-tunggu mereka. Hal ini dilakukan karena ada ikatan emosional, erat dengan sejarah kemerdekaan bangsa ini yang dahulu dijajah Belanda. Ketika Indonesia menyatakan merdeka, Palestina termasuk negara yang awal-awal mengakui kemerdekaan RI, walaupun Palestina bukan negara berdaulat penuh. Dukungan ini disampaikan melalui Mufti Besarnya, Syekh Muhammad Amin al-Huseini.
Hari ini, situasi dan kondisi di Gaza sangat memprihatinkan. Pasalnya, semua fasilitas umum, bangunan rumah tinggal, dan jalan raya telah porak-poranda oleh ribuan ton bom yang dijatuhkan oleh entitas penjajah zionis Israel sejak Oktober 2023. Korban syahid sudah mencapai 62.000 orang. Belum lagi, saat ini jutaan manusia tubuhnya tinggal tulang dan kulit tanpa daging, tak ubahnya seperti mayat berjalan.
Bukan tidak ada bantuan makanan atau obat-obantan, tetapi ratusan truk bantuan dari berbagai negara, termasuk Indonesia tak berhasil masuk. Antrean mengular di pintu masuk gerbang Rafah yang berbatasan dengan Mesir, diblokade pemerintah Mesir. Mereka khawatir terjadi eksodus besar-besaran warga Palestina ke wilayah Mesir.
Inilah bentuk nyata nasionalisme, menghilangkan ukhuwah sesama Muslim, memilukan bak diiris sembilu.
Berbagai cara untuk menghentikan genosida telah dilakukan, seperti kecaman pedas para pemimpin dunia, demonstrasi besar-besaran di kota-kota besar dunia, bahkan puluhan resolusi PBB. Semuanya tidak menurunkan niat jahat entitas Yahudi untuk menguasai Gaza sepenuhnya. Yang terakhir, Deklarasi New York (Senin 18/08/2025) pun tidak berpengaruh sedikit pun. Israel tetap berlaku brutal.
Sebagian kecil Muslimin dunia hanya bisa meratapi dan mengelus dada seraya menitikkan air mata, dalam hati berkata, “Mengapa pemimpin negeri-negeri Muslim dunia belum juga terketuk hatinya mengirim bantuan militer ke Gaza? Kebiadaban seperti apa lagi yang mereka tunggu-tunggu?“
Tidak salah, saudara Muslim Gaza menunggu bantuan negeri Muslim terbesar di dunia, yaitu Indonesia untuk mengirim tentara. Karena, Indonesia memiliki kekuatan militer terbesar di dunia, peringkat 13 dari 145 negara menurut Global Fire Power (GFP) pada tahun 2023, di atas Mesir, Kroasia, dan Australia. TNI juga menjadi militer terkuat di kawasan Asia Tenggara.
Keunggulan ini mencakup kekuatan sumber daya manusia yang besar dan armada udara dilengkapi 466 unit peralatan, termasuk 67 pesawat tempur. Keamanan darat dijaga 314 tank dan 12.008 kendaraan lapis baja, sedangkan keamanan laut disiapkan 324 aset alutsista (Alat Utama Sistem Senjata). Belum lagi pasukan elite Kopassus yang sangat dikenal dunia.
Jadi, wajar Muslim Gaza menunggu TNI karena militer Israel di peringkat 18 dalam daftar GFP. Di atas kertas tentu memiliki kemampuan melindas tentara penjajah zionis Yahudi Israel, apalagi negeri-negeri Muslim yang lain mau bergabung bersama TNI. Hal ini pasti akan membuat ciut nyali negara pendukung utama Israel, Amerika Serikat dan sekutunya.
Wahai tentara-tentara Muslim! Yahudi tidaklah sekuat yang kalian duga. Allah Yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa. Allah Swt. berfirman, “Mereka tidak akan membahayakanmu, kecuali gangguan-gangguan kecil saja. Jika mereka memerangi kamu, niscaya mereka berbalik ke belakang (kalah), kemudian mereka tidak mendapat pertolongan. Kehinaan ditimpakan kepada mereka di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka (berpegang) pada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia. Mereka pasti mendapat murka dari Allah dan kesengsaraan ditimpakan kepada mereka. Yang demikian itu karena mereka mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa hak (alasan yang benar). Yang demikian itu karena mereka durhaka dan melampaui batas.” (QS Ali ‘Imran: 111-112)
Perjanjian dengan tali Allah telah putus sejak mereka mengingkari para nabi. Sementara itu, tali dengan manusia saat ini adalah negara Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya beserta pemimpin negeri-negeri Muslim yang tunduk kepada Amerika (PBB).
Saudaraku TNI, bangunlah! Bergegas kenakan peralatan tempur kalian yang tercanggih! Maju ke medan jihad melawan penjajah Zionis Yahudi Israel! Penuhilah panggilan Sang Khalik, “Perangilah mereka! Niscaya Allah akan mengazab mereka dengan (perantaraan) tangan-tanganmu, menghinakan mereka, dan memenangkan kamu atas mereka, serta melegakan hati kaum mukmin.” (QS at-Taubah: 14)
Pegang semboyan kalian “Lebih baik pulang nama daripada gagal di medan tugas.” Sekaranglah saat yang tepat. Saudaramu di Gaza menunggumu. “Hidup mulia atau mati syahid.” Wallahualam bissawab.
Oleh: Imam Wahyono
Kurir Ideologis, Lulusan API III 2025
Views: 46
















