Tinta Media – Penebangan hutan dan penambangan tanpa pengawasan adalah ancaman serius bagi keselamatan rakyat. Hal ini ditegaskan oleh Presiden Asosiasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (ASPIRASI), Mirah Sumirat dalam menyoroti bencana banjir Sumatera.
“Jika benar terdapat aktivitas penebangan hutan dan penambangan ilegal yang berlangsung tanpa pengawasan, ini adalah ancaman serius bagi keselamatan rakyat,” ujarnya melalui press release, Selasa (2/12/2025).
Mirah pun mendesak agar negara harus turun tangan dengan tegas. Tidak boleh ada toleransi terhadap praktik yang merusak lingkungan dan membahayakan nyawa manusia.
Oleh karena itu, kata Mirah, ASPIRASI mendorong pemerintah melakukan langkah- langkah sebagai berikut,
Pertama, memberikan perlindungan sosial darurat bagi masyarakat, pekerja/buruh yang terdampak dan kehilangan mata pencaharian.
Kedua, mempercepat pemulihan infrastruktur vital, seperti akses jalan, listrik, air, dan fasilitas publik lainnya.
Ketiga, melakukan investigasi menyeluruh terhadap penyebab bencana, termasuk adanya dugaan penebangan hutan dan praktik penambangan ilegal yang diduga turut mengakibatkan kerusakan ekologis dan memperparah dampak banjir bandang
Keempat, menindak tegas pihak-pihak yang terlibat dalam aktivitas ilegal yang merusak hutan dan membuat masyarakat semakin rentan terhadap bencana.
Kelima, memperkuat mitigasi bencana dan tata kelola lingkungan yang transparan dan berbasis data, agar kejadian serupa bisa dicegah ke depan.
ASPIRASI juga menyampaikan berbelasungkawa mendalam kepada masyarakat yang terdampak.
“Aspirasi mengajak seluruh elemen bangsa, pekerja/buruh, masyarakat, perusahaan, hingga organisasi kemanusiaan untuk memperkuat solidaritas dan memberikan bantuan nyata kepada para korban melalui donasi, dukungan logistik, maupun pendampingan sosial,” tutup Mirah.[] Muhammad Nur
![]()
Views: 19
















