Tinta Media – Mengacu pada rukyatul hilal global (rukyat global), ratusan warga mengikuti pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah bersama Majelis Abdan Syakuro di Lapangan PJA Viktor, depan RS Hermina Serpong, Kamis pagi (19/3/2026).
Sholat Idul Fitri tersebut berlangsung mulai pukul 07.00 hingga 08.30 WIB. Sejak pukul 05.30 WIB, warga mulai berdatangan ke lokasi, baik secara individu maupun bersama keluarga, teman, dan kerabat. Anak-anak turut hadir dan berada dalam barisan bersama para jamaah.
Kegiatan diawali dengan gema takbir, tahlil, dan tahmid yang mengumandangkan pujian kepada Allah SWT. Suasana ibadah berlangsung khidmat dengan jamaah yang memadati area lapangan.
Dr. Ahmad Riadi Batubara, M.Pd bertindak sebagai imam sekaligus khotib. Dalam khutbahnya, ia mengangkat tema “Idul Fitri: Momentum untuk mewujudkan ketakwaan dan persatuan hakiki di bawah kepemimpinan Islam.”
Pelaksanaan sholat berjalan tertib dan lancar. Setelah ibadah selesai, jamaah saling bersalaman dan melanjutkan silaturahmi di sekitar lokasi.
Rukyat Global?
Rukyat Global adalah metode penentuan awal bulan pada tahun Hijriyah berdasarkan pengamatan langsung hilal (bulan sabit muda) di berbagai lokasi di seluruh dunia.
Konsep ini diyakini dapat menunjang persatuan umat Islam di seluruh dunia dengan mempertimbangkan laporan rukyat dari berbagai negeri-negeri Islam. Jika hilal terlihat di suatu tempat di dunia, maka seluruh umat Islam dapat mengikuti hasil rukyat tersebut, tanpa harus bergantung pada batasan geografis dan perbedaan zona waktu.
Pendekatan ini berbeda dengan metode lokal yang hanya menerima rukyat di wilayah tertentu atau hisab murni yang mengandalkan perhitungan astronomi.
Beberapa negara dan organisasi Islam telah mempertimbangkan Rukyat Global untuk menyatukan kalender Islam, terutama dalam penetapan awal ibadah Ramadhan dan hari raya umat Islam seperti Idul Fitri dan Idul Adha.
Namun, penerapannya masih sulit direalisasikan dan terus manjadi perdebatan karena mengakarnya paham nasionalisme serta kebijakan politik dari masing-masing negara bangsa (nation state) yang berbeda-beda.[] Muhar
![]()
Views: 41
















