Daycare Yogyakarta: Ketika “Rumah Kedua” Menjadi Ruang Penyiksaan Balita

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Tabir gelap dunia pengasuhan anak kembali tersingkap. Kasus memilukan di Daycare Little Aresha, Yogyakarta, menjadi tamparan keras bagi publik. Bukan sekadar kelalaian, investigasi kepolisian mengungkap adanya praktik kekerasan sistematis: balita-balita tak berdosa ditemukan dalam kondisi terikat tali, lebam, hingga ditelantarkan di atas lantai dingin tanpa pengawasan manusiawi.

Fenomena ini bukan sekadar kriminalitas biasa. Ini adalah jeritan dari sebuah sistem yang gagal melindungi unit terkecil masyarakat: keluarga.

Kronologi Horor di Balik Pintu Tertutup

Skandal ini mencuat setelah kesaksian berani seorang mantan pengasuh yang tak lagi sanggup menyaksikan kekejian di balik dinding daycare tersebut. Laporan menyebutkan bahwa balita yang rewel dianggap sebagai “beban operasional”. Solusinya? Kaki dan tangan mereka diikat agar tak bergerak, sebuah tindakan yang lebih menyerupai penyekapan daripada pengasuhan.

Sebanyak 13 orang, termasuk pemilik yayasan dan para pengasuh, kini telah ditetapkan sebagai tersangka. Namun, jeruji besi bagi pelaku hanyalah obat penenang sementara bagi luka psikologis permanen yang dialami anak-anak dan hancurnya hati para orang tua.

Kegagalan Sistemis: Perizinan dan Pengawasan Mandul

Kasus Yogyakarta ini menambah daftar panjang kegagalan pengawasan negara. Dari Depok hingga Medan, pola yang sama terulang: lembaga pengasuhan berkedok pendidikan tumbuh subur tanpa izin resmi. Dalam sistem hari ini, pengawasan sering kali hanya bersifat administratif dan formalitas. Negara seolah abai memastikan standar keamanan fisik dan mental anak, hingga akhirnya jatuh korban, barulah otoritas sibuk melakukan audit.

Ibu di Persimpangan: Jeratan Kapitalisme

Di balik fenomena menjamurnya daycare, tersimpan realitas ekonomi yang pahit. Di bawah sistem kapitalisme, beban hidup yang kian mencekik memaksa para ibu untuk keluar dari rumah dan masuk ke pasar tenaga kerja demi menopang ekonomi keluarga.

Ibu, yang seharusnya menjadi madrasah pertama bagi anak (al-ummu madrasatul ula), kehilangan perannya karena tuntutan perut. Anak-anak kemudian dipaksa “dititipkan” pada lembaga-lembaga yang menjadikan pengasuhan sebagai komoditas bisnis semata. Ketika profit menjadi tujuan utama, nilai kemanusiaan dan kasih sayang sering kali dikorbankan.

Solusi Islam Kafah: Menjamin Hak Anak dan Ibu

Islam memandang bahwa keamanan anak dan ketenangan ibu bukanlah barang mewah yang harus dibeli dengan harga mahal.

Negara sebagai pelayan (raa’in). Dalam Islam, pemimpin (negara) bertanggung jawab penuh atas kesejahteraan rakyatnya. Negara wajib menjamin lapangan pekerjaan bagi kaum laki-laki dengan upah yang layak sehingga para ibu tidak terpaksa bekerja demi menutupi kebutuhan pokok.

Muliakan peran ibu. Islam menempatkan ibu sebagai pengatur rumah tangga yang mulia. Ibu tidak boleh terbebani secara finansial sehingga bisa fokus mendidik generasi yang tangguh.

Sistem pengasuhan berbasis takwa. Jika pun diperlukan tempat penitipan, negara wajib menyediakan fasilitas berkualitas tinggi yang dikelola dengan standar syariat—berasaskan kasih sayang dan ketakwaan, bukan hitung-hitungan untung-rugi.

Rasulullah saw. bersabda, “Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas rakyat yang dipimpinnya.” (HR Bukhari)

Tragedi Yogyakarta adalah alarm bagi umat. Sudah saatnya kita menyadari bahwa solusi parsial tidak akan pernah cukup. Hanya dengan kembali kepada penerapan Islam kafah, keamanan generasi dan kemuliaan kaum ibu dapat terjamin secara hakiki, tanpa ada lagi tangisan anak yang terikat di balik dinding pengasuhan ilegal. Wallahu a’lam bish-shawab.

Oleh: Neno Salsabillah
Aktivis Muslimah dan Pendidik

Loading

Views: 7

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA