Tinta Media – Menanggapi kampus-kampus yang mulai mengurusi dapur program Makanan Bergizi Gratis (MBG), Direktur Pamong Institute Wahyudi Al-Maroky memprediksikan bahwa setelah itu kampus akan sulit mengkritik pemerintah.
“Setelah mengurus dapur, tentu dia sulit untuk mengkritik pemerintah,” ujarnya kepada Tinta Media Sabtu (16/5/2026).
Karena menurutnya, kampus sedang mengurusi proyek pemerintah. Padahal sejarahnya, kampus dan mahasiswa itu tempat kontrol kekuasaan, tempat kritik pemerintah, bukan bagian dari angkaran kekuasaan.
“Kampus tempat mencetak orang-orang pemikir, intelektual, dan bukan sibuk mengurusi catering dapur MBG,” bebernya.
Kalau kampus sudah kehilangan independensinya, terang Wahyudi, orientasinya bukan lagi intelektual, maka bisa jadi negeri ini ke depan kehilangan daya kritis dan kehilangan intelektualitas.
“Bukankah kampus itu tempat lahirnya ide-ide besar, lahirnya kritik, lahirnya para intelektual? Bukan malah sibuk mengurusi dapur MBG,” sindirnya memungkasi.[] Setiyawan Dwi
![]()
Views: 2
















