Tinta Media – Direktur Forum on Islamic World Studies (FIWS) Ustadz Farid Wajdi menilai, isu Taiwan lebih menentukan arah hubungan Amerika Serikat (AS) dengan Cina daripada krisis Iran.
“Ya, tentu isu Taiwan (yang lebih menentukan) ya..,” ujarnya dalam program Mbois: Pasca KTT Beijing, Keakuran Cina-AS, Gimmick atau Saling Mengancam? Selasa (27/5/2026) di kanal YouTube Tabloid Media Umat.
Sebab menurutnya, isu Taiwan ini bisa disebut menyangkut core interest atau kepentingan inti dari negara Cina.
“Core interest itu artinya suatu hal yang sangat penting itu akan disikapi dengan hidup dan mati karena terkait langsung dengan kepentingan Cina,” nilainya.
Bagi Cina dan Taiwan kata Farid, itu tidak bisa dilepaskan dari beberapa aspek.
“Pertama tentu aspek legitimasi kedaulatan Cina ya, Taiwan sampai sekarang masih dianggap oleh Cina sebagai bagian dari negara Cina, berdasarkan one China policy atau satu kebijakan satu Cina, termasuk di antaranya adalah Taiwan,” bebernya.
Bagi Cina, ia mengulas,, Taiwan itu masih dianggap sebagai bagian dari negaranya.
“Karena itu upaya untuk melepaskan Taiwan dari Cina ya bagi Cina itu merupakan ancaman, ya itu karena terkait dengan kedaulatan politik Cina dan ini juga bisa mendorong beberapa wilayah-wilayah lain untuk kemudian melakukan disintegrasi, ya tentu dengan tingkatan yang berbeda-beda karena ada potensi disintegrasi bagi Cina di wilayah Xinjiang, karena di sana ada komunitas Muslim yang ditindas, atau di Tibet ya,” ulasnya.
Kalau kemudian Cina tidak bisa menunjukkan legitimasi politiknya yang utuh terhadap Taiwan, lanjutnya, maka akan mengurangi kedaulatan politik Cina.
Yang kedua, ungkap Farid dari segi militer, Taiwan bisa disebut wilayah yang sangat dekat dengan kawasan Asia Pasifik.
“Karena itu kalau Taiwan ini benar-benar dalam kendali Amerika, artinya Amerika bisa meneropong langsung, lebih kurang begitu, meneropong langsung Cina, dan ini tentu menjadi ancaman bagi Cina,” ungkapnya.
Cina, sebutnya, punya kepentingan dengan Taiwan dari segi ekonomi karena Taiwan termasuk negara yang memiliki potensi ekonomi terutama dalam industri komputer, misalkan industri cip yang itu tentu sangat penting bagi perdagangan internasional termasuk bagi Cina sendiri.
“Nah, sementara kalau kita bicara dengan isu Iran ya atau Timur Tengah ini hanya kepentingan pragmatis Cina ya. Cina membutuhkan minyak murah Iran, ya hanya itu sebenarnya,” nilainya.
Di samping itu, sambungnya, kepedulian Cina terhadap krisis Iran itu sebenarnya hanya untuk kepentingan dalam negeri Cina sendiri.
“Karena Cina sampai sekarang ini sebenarnya berbeda dengan Amerika ya. Tidak memiliki ambisi global ya untuk menguasai dunia,” pungkasnya.[] Setiyawan Dwi
![]()
Views: 21




