Tinta Media – Ulama KH. Rokhmat S. Labib menyampaikan bahwa Bulan Ramadhan memberikan promo pahala yang besar.
“Ramadhan itu memberikan pahala besar dengan amal yang sedikit,” tuturnya dalam diskusi live bertema Ramadhan Karim: Meneguhkan Takwa Menebar Berkah bagi Sesama, yang pada Selasa (17/2/2026) di kanal YouTube One Ummah TV.
Ia menganalogikan keutamaan Ramadhan sebagai bentuk “promo besar-besaran” dari Allah SWT.
“Di Bulan Ramadhan itu ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan,” sebutnya.
Kiai Labib lanjut menjelaskan bahwa seribu bulan setara dengan sekitar 87 tahun. “Siapa yang bisa hidup 87 tahun? Dan mungkin kalau ada, hidup sepanjang itu belum tentu bisa ibadah terus menerus sepanjang tahun itu,” ungkapnya.
Menurutnya, besarnya keutamaan tersebut bukan sekadar promo. “Coba bayangkan, ini promo bukan sekedar promo, tapi promo besar-besaran,” ungkapnya.
Besarnya pahala itu, kata Kiai Labib, bentuk dorongan kepada kaum Muslim untuk bersungguh-sungguh mengejar keutamaan malam tersebut.
Jadi, sambungnya, orang akan rela untuk tidak tidur, karena bersungguh-sungguh mencari satu malam yang kalau dikerjakan itu lebih baik dari seribu bulan. “Dan itu ada di Bulan Ramadhan,” imbuhnya.
Amalan-amalan di Bulan Ramadhan, ungkap Kiai Labib, juga dilipatgandakan pahalanya. Amalan sunah disetarakan dengan amalan wajib, sedangkan amalan wajib dilipatgandakan balasan pahalanya.
“Amalan-amalan itu ada yang dilipatgandakan sepuluh sampai dengan tujuh ratus kali, tetapi khusus puasa itu, dilipatgandakan tidak ada yang tahu. Hanya Allah yang tahu. ‘Wa ana ajzi bihi (Dan Aku sendiri yang akan membalas pahalanya)’. Itu seolah-olah ini otoritas-Ku (Allah SWT),” jelasnya.
Selain itu, Kiai Labib juga mengajak umat Islam untuk menggunakan perspektif akhirat dalam memaknai Ramadhan.
“Kalau orang menggunakan perspektif akhirat bahwa rumah kita adalah akhirat, kampung kita itu akhirat, ini pasti akan terjadi, maka Ramadhan saatnya untuk membeli berbagai perabotan rumah di surga kelak. Membeli rumah di sana, membeli perabotannya segala di sana. Sekarang waktunya Bulan Ramadhan itu (caranya) dengan melakukan berbagai macam ketaatan,” paparnya.
Ia menambahkan bahwa pemahaman terhadap besarnya pahala Ramadhan akan membentuk kebiasaan kebaikan.
“Terbiasa bukan sehari bukan hanya semalam. Terbiasa dalam satu bulan, terbiasa salat tarawih, terbiasa bangun malam, terbiasa puasa, terbiasa baca Qur’an, terbiasa melakukan berbagai macam kebaikan. Termasuk terbiasa meninggalkan hal yang tidak berguna apalagi maksiat,” pungkasnya.[] Teti Rostika
![]()
Views: 24
















