Tinta Media – Ribuan umat Muslim di Kota Pekanbaru menggelar Pawai Tarhib Ramadhan 1447 Hijriah, Senin pagi (16/2/2026). Kegiatan ini diikuti oleh intelektual Muslim, majelis taklim, tokoh masyarakat, dan elemen lainnya yang tergabung dalam Komunitas Ukhuwah Rindu Ramadhan (KURMA).
Pawai dimulai dari depan Purna MTQ Pekanbaru, menyusuri Jalan Jenderal Sudirman menuju Hotel Prime Park, kemudian kembali ke Purna MTQ sebagai titik akhir kegiatan.
Pawai tarhib Ramadhan tersebut dimeriahkan oleh barisan pasukan berkuda binaan Coach Aldo dari WDO Endurance, Sultan Stable, dan Asar Archery. Di belakangnya, tampak komunitas Land Rover serta peserta yang berjalan kaki dengan barisan Muslim dan Muslimah yang rapi dan terpisah.
Pantauan di lapangan menunjukkan para peserta pawai mengikuti kegiatan dengan tertib serta mematuhi arahan komando sambil meneriakkan yel-yel tentang Ramadan. Spanduk pawai bertuliskan “Menguatkan takwa menghidupkan syariah” turut menghiasi barisan peserta.
Dalam sambutannya, panitia mengajak kaum Muslimin untuk memeriahkan dan menghidupkan bulan suci Ramadhan.
Ustadz Enggel Setiawan (UES) Abu Najmi menyampaikan bahwa Rasulullah SAW telah mencontohkan pelaksanaan tarhib Ramadan.
“Apa tarhib Ramadhan? Tarhib Ramadhan adalah menyambut Bulan Ramadhan dengan sukacita. Kita harus mengisi Bulan Ramadhan dengan amalan. Amalan itu harus berdasarkan dengan keimanan, tanpa keimanan maka amalan itu hanya menggantung atau tanpa bekas,” ujarnya.
Menurut UES, untuk meraih keberkahan di Bulan Ramadhan, kaum Muslimin harus memperbanyak tobat karena Ramadhan merupakan bulan mulia (syahrul mubarak) yang di dalamnya Allah mengampuni dosa-dosa hamba-Nya.
“Kita semua di sini bersama-sama, kita satu visi satu tujuan bagaimana mewujudkan Ramadhan yang berkah dengan syariah dan mulia dengan takwa. Berkah adalah bertambahnya kebaikan kepada kita. Bagaimana mungkin kita berharap keberkahan dari Allah SWT tetapi kita meninggalkan aturan-aturannya. Maka, Ramadhan ini adalah momen kita bisa taat kepada Allah SWT,” lanjutnya.
UES juga menekankan pentingnya mempelajari fikih puasa agar ibadah puasa tidak sebatas menahan lapar dan dahaga, melainkan dilaksanakan sesuai tuntunan Allah SWT.
Ia mengutip firman Allah Surah Al-Baqarah ayat 183 bahwa Ramadan bertujuan melatih umat Islam menjadi pribadi yang bertakwa.
“Dengan takwa ini kita bisa hidup tenang di dunia dan akhirat. Bila ingin masyarakatnya jadi baik, ingin negaranya menjadi baik, pemimpinnya juga baik, maka perlu ketakwaan agar pemimpin itu menerapkan Islam, menerapkan hukum-hukum Allah sesuai yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW,” pungkasnya.[] Muhammad Nur
![]()
Views: 10
















