๐๐ž๐ง๐œ๐š๐ซ๐ข๐š๐ง ๐’๐š๐ฒ๐š ๐๐ž๐ซ๐š๐ค๐ก๐ข๐ซ ๐’๐š๐š๐ญ ๐๐ž๐ซ๐ญ๐ž๐ฆ๐ฎ ๐‡๐ข๐ณ๐›๐ฎ๐ญ ๐“๐š๐ก๐ซ๐ข๐ซ (๐’๐ฒ๐ž๐ค๐ก ๐‡๐š๐ฌ๐š๐ง ๐š๐ฅ-๐‰๐š๐ง๐š๐ฒ๐ง๐ข๐ฒ, ๐ƒ๐จ๐ฌ๐ž๐ง ๐”๐ง๐ข๐ฏ๐ž๐ซ๐ฌ๐ข๐ญ๐š๐ฌ ๐€๐ฅ-๐€๐ณ๐ก๐š๐ซ ๐Š๐š๐ข๐ซ๐จ)

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Dengan menggunakan penutup kepala, gamis serta syal putih bertuliskan dua kalimat syahadat dan berjubah hitam, Syekh Hasan Al-Janayniy naik ke podium. Di hadapan tidak kurang dari seratus ribu peserta Muktamar Khilafah, lelaki tinggi besar berjenggot putih lebat tersebut menyeru penguasa dzalim yang tidak mau menerapkan sistem khilafah. 
.
โ€œWahai penguasa! Kalian tidak mempunyai hujah di depan Allah karena kalian tidak menyambut seruan penegakan khilafah!โ€ pekiknya dalam bahasa Arab, Ahad (2/6) di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta.
.
Dalam kesempatan itu pula, ia menceritakan pengalamannya dalam pencarian kebenaran yang cukup panjang. Sejak belajar di Universitas Al-Azhar hingga mengajar di kampus yang sama. โ€œSerta berkunjung ke berbagai ulama di berbagai penjuru dunia untuk mencari jalan keselamatan,โ€ ungkapnya.
.
Hingga suatu saat, menghadiri program ๐‘ก๐‘Ž๐‘™๐‘˜๐‘ โ„Ž๐‘œ๐‘ค televisi ๐‘‡๐‘ ๐‘ข๐‘š๐‘Ž ๐‘‡๐‘Ž๐‘˜๐‘ข๐‘›๐‘ข ๐พโ„Ž๐‘–๐‘™๐‘Ž๐‘“๐‘Žโ„Ž ๐‘Ž๐‘™๐‘Ž ๐‘€๐‘–๐‘›โ„Ž๐‘Ž๐‘—๐‘–๐‘› ๐‘๐‘ข๐‘๐‘ข๐‘ค๐‘ค๐‘Žโ„Ž di Mesir, di negerinya sendiri. Setelah mendengarkan penjelasan tentang wajibnya menegakkan khilafah yang disampaikan para ulama Hizbut Tahrir dalam acara itu, ia pun berkesimpulan. โ€œInilah jalan yang akan membawa kebaikan, kepada kebahagiaanku, kemudian aku berjuang bersama Hizbut Tahrir,โ€ ungkapnya lalu disambut takbir peserta.
.
๐ƒ๐ข๐ฅ๐š๐ก๐ข๐ซ๐ค๐š๐ง ๐Š๐ž๐ฆ๐›๐š๐ฅ๐ข
Hasan tinggal di kota kecil yang indah dekat Bandara Kairo. Saat ini mengajar mata kuliah akidah dan mata kuliah dakwah di Universitas Al-Azhar Asy-Syarif Kairo. Gelar magister dan doktornya didapat di kampus yang sama. 
.
โ€œSaya mengenal Hizbut Tahrir baru empat bulan yang lalu,โ€ ungkapnya kepada Media Umat usai berpidato dalam muktamar tersebut. 
.
Ia mengenal Hizbut Tahrir berawal dari program televisi ๐ด๐‘™-๐พโ„Ž๐‘Ž๐‘™๐‘–๐‘—๐‘–๐‘Žโ„Ž yang menghadirkan Juru Bicara Hizbut Tahrir Mesir Sherif Zaied tersebut. โ€œSelama diskusi berlangsung saya sangat terpengaruh dengan penjelasan-penjelasan ๐ด๐‘˜โ„Ž Sherif, penjelasannya tentang khilafah sangat tegas, lugas dan ikhlas,โ€ akunya.
.
Sejak saat itu, Hasan mulai melakukan kajian dan membaca buku-buku Hizbut Tahrir. Ia mengaku memiliki perpustakaan yang cukup besar namun tidak ada satu pun buku terbitan Hizbut Tahrir. 
.
Kajian-kajiannya terhadap buku-buku Hizbut Tahrir menjadikan Hasan sadar akan kekeliruan pada pemahamannya tentang penerapan syariah Islam dalam level negara. โ€œPaham saya selama ini keliru, fatwa-fatwa saya juga demikian termasuk fatwa bahwa Islam harus diterapkan secara bertahap,โ€ akunya.
.
Selama studi di Al-Azhar, hingga derajat doktor, ia mengaku belum pernah menemukan pemikiran sebagaimana yang dijelaskan Hizbut Tahrir. Memang betul bahwa ada syekh Al-Azhar yang menyatakan bahwa khilafah adalah wajib, namun Al-Azhar sendiri tidak mengadopsi hal itu.
.
Seandainya Al-Azhar secara kelembagaan mengadopsi bahwa menegakkan khilafah itu wajib niscaya sebulan pasca revolusi Mesir, khilafah telah berdiri. โ€œKarena kita tahu, Al-Azhar beserta ulama di dalamnya sangat dihormati dan mendapat tempat terhormat di sisi kaum Muslim, jika Al-Azhar menyerukan itu niscaya umat akan segera menaati dan mengikutinya,โ€ prediksinya.
Menurut Hasan, syekh Al-Azhar sendiri sekarang lebih condong kepada sufi, sehingga amalan zikir menjadi yang paling penting di dalam Islam.
.
Makanya, saat bertemu Hizbut Tahrir, Hasan merasa terlahir kembali. Ia sampaikan kebahagiannya itu kepada Amir Hizbut Tahrir Al โ€˜Alim Syekh Atha Ibnu al Khalil. โ€œSaya katakan padanya bahwa setiap manusia terlahir sekali, sedangkan saya terlahir dua kali, pertama saat saya dilahirkan ibu, dan kedua saat saya bertemu Hizbut Tahrir.โ€  
.
Berikut terjemah kutipan suratnya: 
.
๐‘†๐‘Ž๐‘ฆ๐‘Ž ๐‘ก๐‘’๐‘™๐‘Žโ„Ž โ„Ž๐‘–๐‘‘๐‘ข๐‘ ๐‘๐‘’๐‘Ÿ๐‘ก๐‘Žโ„Ž๐‘ข๐‘›-๐‘ก๐‘Žโ„Ž๐‘ข๐‘›, ๐‘†๐‘Ž๐‘ฆ๐‘Ž ๐‘ก๐‘’๐‘™๐‘Žโ„Ž ๐‘๐‘Ž๐‘›๐‘ฆ๐‘Ž๐‘˜ ๐‘๐‘’๐‘๐‘’๐‘Ÿ๐‘”๐‘–๐‘Ž๐‘›, ๐‘‘๐‘Ž๐‘› ๐‘ ๐‘Ž๐‘ฆ๐‘Ž ๐‘ก๐‘’๐‘™๐‘Žโ„Ž ๐‘๐‘’๐‘Ÿ๐‘ก๐‘’๐‘š๐‘ข ๐‘‘๐‘’๐‘›๐‘”๐‘Ž๐‘› ๐‘ข๐‘™๐‘Ž๐‘š๐‘Ž ๐‘‘๐‘– ๐‘๐‘Ž๐‘›๐‘ฆ๐‘Ž๐‘˜ ๐‘›๐‘’๐‘”๐‘’๐‘Ÿ๐‘–, ๐‘ ๐‘Ž๐‘ฆ๐‘Ž ๐‘š๐‘’๐‘›๐‘๐‘Ž๐‘Ÿ๐‘– ๐‘—๐‘Ž๐‘™๐‘Ž๐‘› ๐‘ฆ๐‘Ž๐‘›๐‘” ๐‘™๐‘ข๐‘Ÿ๐‘ข๐‘  ๐‘‘๐‘Ž๐‘› ๐‘—๐‘Ž๐‘™๐‘Ž๐‘› ๐‘ฆ๐‘Ž๐‘›๐‘” ๐‘๐‘’๐‘›๐‘Ž๐‘Ÿ ๐‘ฆ๐‘Ž๐‘›๐‘” ๐‘๐‘–๐‘ ๐‘Ž ๐‘š๐‘’๐‘›๐‘”โ„Ž๐‘Ž๐‘›๐‘ก๐‘Ž๐‘Ÿ๐‘˜๐‘Ž๐‘› ๐‘˜๐‘’๐‘๐‘Ž๐‘‘๐‘Ž ๐‘˜๐‘’๐‘๐‘Žโ„Ž๐‘Ž๐‘”๐‘–๐‘Ž๐‘›๐‘˜๐‘ข ๐‘‘๐‘– ๐‘‘๐‘ข๐‘›๐‘–๐‘Ž ๐‘‘๐‘Ž๐‘› ๐‘Ž๐‘˜โ„Ž๐‘–๐‘Ÿ๐‘Ž๐‘ก. 
.
๐‘๐‘Ž๐‘š๐‘ข๐‘› ๐‘ ๐‘Ž๐‘ฆ๐‘Ž ๐‘ก๐‘–๐‘‘๐‘Ž๐‘˜ ๐‘š๐‘’๐‘›๐‘’๐‘š๐‘ข๐‘˜๐‘Ž๐‘› ๐‘ฆ๐‘Ž๐‘›๐‘” ๐‘๐‘–๐‘ ๐‘Ž ๐‘š๐‘’๐‘›๐‘ฆ๐‘’๐‘”๐‘Ž๐‘Ÿ๐‘˜๐‘Ž๐‘› ๐‘˜๐‘’โ„Ž๐‘Ž๐‘ข๐‘ ๐‘Ž๐‘› ๐‘ ๐‘Ž๐‘ฆ๐‘Ž ๐‘‘๐‘Ž๐‘› ๐‘๐‘–๐‘ ๐‘Ž ๐‘š๐‘’๐‘›๐‘’๐‘Ÿ๐‘Ž๐‘›๐‘”๐‘– ๐‘—๐‘Ž๐‘™๐‘Ž๐‘› โ„Ž๐‘–๐‘‘๐‘ข๐‘ ๐‘ ๐‘Ž๐‘ฆ๐‘Ž. ๐พ๐‘’๐‘š๐‘ข๐‘‘๐‘–๐‘Ž๐‘› ๐‘‘๐‘’๐‘›๐‘”๐‘Ž๐‘› ๐‘˜๐‘’โ„Ž๐‘’๐‘›๐‘‘๐‘Ž๐‘˜ ๐ด๐‘™๐‘™๐‘Žโ„Ž ๐‘ ๐‘Ž๐‘ฆ๐‘Ž ๐‘š๐‘’๐‘›๐‘‘๐‘’๐‘›๐‘”๐‘Ž๐‘Ÿ ๐‘‘๐‘Ž๐‘› ๐‘š๐‘’๐‘›๐‘ฆ๐‘Ž๐‘˜๐‘ ๐‘–๐‘˜๐‘Ž๐‘› ๐‘ ๐‘’๐‘๐‘ข๐‘Žโ„Ž ๐‘Ž๐‘๐‘Ž๐‘Ÿ๐‘Ž ๐‘‡๐‘‰ ๐‘ฆ๐‘Ž๐‘›๐‘” ๐‘๐‘’๐‘Ÿ๐‘—๐‘ข๐‘‘๐‘ข๐‘™ “๐‘‡๐‘ ๐‘ข๐‘š๐‘š๐‘Ž ๐‘‡๐‘Ž๐‘˜๐‘ข๐‘ข๐‘›๐‘ข๐‘™ ๐พโ„Ž๐‘–๐‘™๐‘Ž๐‘Ž๐‘“๐‘Žโ„Ž” ๐‘ฆ๐‘Ž๐‘›๐‘” ๐‘‘๐‘–๐‘ ๐‘’๐‘™๐‘’๐‘›๐‘”๐‘Ž๐‘Ÿ๐‘Ž๐‘˜๐‘Ž๐‘› ๐‘œ๐‘™๐‘’โ„Ž ๐ป๐‘–๐‘ง๐‘๐‘ข๐‘ก ๐‘‡๐‘Žโ„Ž๐‘Ÿ๐‘–๐‘Ÿ (๐‘€๐‘’๐‘ ๐‘–๐‘Ÿ). 
.
๐‘ƒ๐‘Ž๐‘‘๐‘Ž ๐‘ ๐‘Ž๐‘Ž๐‘ก ๐‘–๐‘ก๐‘ข ๐‘ ๐‘Ž๐‘ฆ๐‘Ž ๐‘š๐‘’๐‘ฆ๐‘Ž๐‘˜๐‘–๐‘›๐‘– ๐‘๐‘Žโ„Ž๐‘ค๐‘Ž ๐‘ก๐‘–๐‘‘๐‘Ž๐‘˜ ๐‘Ž๐‘‘๐‘Ž ๐‘˜๐‘’๐‘๐‘’๐‘Ÿ๐‘ข๐‘›๐‘ก๐‘ข๐‘›๐‘”๐‘Ž๐‘›, ๐‘ก๐‘–๐‘‘๐‘Ž๐‘˜ ๐‘Ž๐‘‘๐‘Ž ๐‘˜๐‘’๐‘ ๐‘ข๐‘˜๐‘ ๐‘’๐‘ ๐‘Ž๐‘› ๐‘‘๐‘Ž๐‘› ๐‘ก๐‘–๐‘‘๐‘Ž๐‘˜ ๐‘Ž๐‘‘๐‘Ž ๐‘˜๐‘’๐‘๐‘Žโ„Ž๐‘Ž๐‘”๐‘–๐‘Ž๐‘› ๐‘˜๐‘’๐‘๐‘ข๐‘Ž๐‘™๐‘– ๐‘‘๐‘’๐‘›๐‘”๐‘Ž๐‘› ๐‘š๐‘’๐‘›๐‘”๐‘–๐‘˜๐‘ข๐‘–๐‘ก๐‘– ๐‘—๐‘Ž๐‘™๐‘Ž๐‘› ๐‘–๐‘›๐‘– (๐‘—๐‘Ž๐‘™๐‘Ž๐‘› ๐‘‘๐‘Ž๐‘˜๐‘ค๐‘Žโ„Ž ๐ป๐‘–๐‘ง๐‘๐‘ข๐‘ก-๐‘‡๐‘Žโ„Ž๐‘Ÿ๐‘–๐‘Ÿ) ๐‘ฆ๐‘Ž๐‘›๐‘” ๐‘ก๐‘’๐‘™๐‘Žโ„Ž ๐‘‘๐‘–๐‘”๐‘Ž๐‘Ÿ๐‘–๐‘ ๐‘˜๐‘Ž๐‘› ๐‘ข๐‘›๐‘ก๐‘ข๐‘˜ ๐‘˜๐‘–๐‘ก๐‘Ž ๐‘œ๐‘™๐‘’โ„Ž ๐‘…๐‘Ž๐‘ ๐‘ข๐‘™๐‘ข๐‘™๐‘™๐‘Žโ„Ž ๐‘†๐ด๐‘Š. ๐‘€๐‘Ž๐‘˜๐‘Ž ๐‘ ๐‘Ž๐‘ฆ๐‘Ž ๐‘๐‘ข๐‘› ๐‘๐‘’๐‘Ÿ๐‘ ๐‘’๐‘”๐‘’๐‘Ÿ๐‘Ž ๐‘๐‘’๐‘Ÿ๐‘”๐‘Ž๐‘๐‘ข๐‘›๐‘” ๐‘‘๐‘’๐‘›๐‘”๐‘Ž๐‘› ๐‘š๐‘’๐‘Ÿ๐‘’๐‘˜๐‘Ž (๐‘๐‘Ž๐‘Ÿ๐‘Ž ๐‘Ž๐‘˜๐‘ก๐‘–๐‘ฃ๐‘–๐‘  ๐ป๐‘–๐‘ง๐‘๐‘ข๐‘ก ๐‘‡๐‘Žโ„Ž๐‘Ÿ๐‘–๐‘Ÿ), ๐‘ ๐‘Ž๐‘ฆ๐‘Ž ๐‘๐‘’๐‘Ÿ๐‘ก๐‘’๐‘š๐‘ข ๐‘‘๐‘’๐‘›๐‘”๐‘Ž๐‘› ๐‘š๐‘’๐‘Ÿ๐‘’๐‘˜๐‘Ž. 
.
๐‘ƒ๐‘Ž๐‘‘๐‘Ž ๐‘ ๐‘Ž๐‘Ž๐‘ก ๐‘–๐‘ก๐‘ข ๐‘ ๐‘Ž๐‘ฆ๐‘Ž ๐‘š๐‘’๐‘ฆ๐‘Ž๐‘˜๐‘–๐‘›๐‘– ๐‘๐‘Žโ„Ž๐‘ค๐‘Ž ๐ด๐‘™๐‘™๐‘Žโ„Ž ๐‘ก๐‘’๐‘™๐‘Žโ„Ž ๐‘š๐‘’๐‘š๐‘๐‘’๐‘Ÿ๐‘–๐‘˜๐‘Ž๐‘› ๐‘›๐‘–๐‘˜๐‘š๐‘Ž๐‘ก ๐‘˜๐‘’๐‘๐‘Ž๐‘‘๐‘Ž ๐‘ ๐‘Ž๐‘ฆ๐‘Ž ๐‘‘๐‘’๐‘›๐‘”๐‘Ž๐‘› ๐‘‘๐‘ข๐‘Ž ๐‘˜๐‘’๐‘™๐‘Žโ„Ž๐‘–๐‘Ÿ๐‘Ž๐‘›. ๐‘Œ๐‘Ž๐‘›๐‘” ๐‘๐‘’๐‘Ÿ๐‘ก๐‘Ž๐‘š๐‘Ž ๐‘Ž๐‘‘๐‘Ž๐‘™๐‘Žโ„Ž โ„Ž๐‘Ž๐‘Ÿ๐‘– ๐‘‘๐‘– ๐‘ ๐‘Ž๐‘Ž๐‘ก ๐‘ ๐‘Ž๐‘ฆ๐‘Ž ๐‘‘๐‘–๐‘™๐‘Žโ„Ž๐‘–๐‘Ÿ๐‘˜๐‘Ž๐‘› ๐‘‘๐‘Ž๐‘Ÿ๐‘– ๐‘Ÿ๐‘Žโ„Ž๐‘–๐‘š ๐‘–๐‘๐‘ข, ๐‘‘๐‘Ž๐‘› ๐‘ฆ๐‘Ž๐‘›๐‘” ๐‘˜๐‘’๐‘‘๐‘ข๐‘Ž ๐‘Ž๐‘‘๐‘Ž๐‘™๐‘Žโ„Ž โ„Ž๐‘Ž๐‘Ÿ๐‘– ๐‘‘๐‘– ๐‘ ๐‘Ž๐‘Ž๐‘ก ๐ด๐‘™๐‘™๐‘Žโ„Ž ๐‘š๐‘’๐‘š๐‘ข๐‘™๐‘–๐‘Ž๐‘˜๐‘Ž๐‘› ๐‘ ๐‘Ž๐‘ฆ๐‘Ž ๐‘‘๐‘’๐‘›๐‘”๐‘Ž๐‘› ๐‘๐‘–๐‘ ๐‘Ž ๐‘๐‘’๐‘Ÿ๐‘—๐‘ข๐‘Ž๐‘›๐‘” ๐‘๐‘’๐‘Ÿ๐‘ ๐‘Ž๐‘š๐‘Ž ๐ป๐‘–๐‘ง๐‘๐‘ข๐‘ก ๐‘‡๐‘Žโ„Ž๐‘Ÿ๐‘–๐‘Ÿ ๐‘ข๐‘›๐‘ก๐‘ข๐‘˜ ๐‘š๐‘’๐‘›๐‘”๐‘’๐‘š๐‘๐‘Ž๐‘™๐‘–๐‘˜๐‘Ž๐‘› ๐พโ„Ž๐‘–๐‘™๐‘Ž๐‘“๐‘Žโ„Ž ๐‘…๐‘Ž๐‘ ๐‘ฆ๐‘–๐‘‘๐‘Žโ„Ž ๐‘Ž๐‘™๐‘Ž๐‘Ž ๐‘€๐‘–๐‘›โ„Ž๐‘Ž๐‘Ž๐‘—๐‘–๐‘› ๐‘๐‘ข๐‘๐‘ข๐‘ค๐‘ค๐‘Žโ„Ž.
.
Hasan menulis surat itu sedemikin rupa lantaran dirinya telah lama mencari jamaah yang menyeru kepada Islam sebagaimana jamaah di masa Rasulullah SAW, jamaah yang berada di tengah-tengah umat dan bergerak bersama mereka.  
.
Ia menemukan jamaah Ikhwan al-Muslimin, dan bergabung bersamanya lebih kurang 12 tahun, dan sempat menjadi pembicara mewakili Ikhwan al-Muslimin. Bahkan pernah bersama jamaah Tabligh dan Salafy. Hingga Hasan menyelesaikan magisternya masih bersama jamaah Salafy. 
.
โ€œNamun pencarian saya kini telah berakhir saat bertemu dengan Hizbut Tahrir, meski saya pernah bersama jamaah yang lain namun bagi saya Hizbut Tahrir adalah yang pertama dan terakhir,โ€ ungkapnya.
.
Ketika dirinya menerima jawaban surat dari Amir Hizbut Tahrir Al-Alim Atha, Hasan menangis lebih dari dua jam hingga kedua matanya bengkak. Saat bertemu dengan Sharif Zaied. Sharif kaget dan bertanya: โ€œMengapa mata Anda?โ€
.
Dengan tersenyum bahagia, Hasan menjawab: โ€œTidak ada apa-apa, saya menangis saking bahagianya dipertemukan dengan Hizbut Tahrir.โ€
.
๐’๐ข๐š๐ฉ ๐ƒ๐š๐ค๐ฐ๐š๐ก๐ข ๐Œ๐ฎ๐ซ๐ฌ๐ฒ๐ข
Sebagai โ€˜bayiโ€™ yang baru lahir ia mengejar ketertinggalan tsafaqah siyasah dari aktivis yang sudah โ€˜dewasaโ€™. โ€œSaya terus mendalami pemikiran-pemikiran Hizbut Tahrir, khutbah dan pidato-pidato saya berubah. Saya sangat bersyukur Allah telah merubah diri saya kepada hal yang akan memberikan kebaikan di dunia dan akhirat, insya Allah,โ€ ungkapnya. 
.
Ia pun menegaskan tidak akan ada kebaikan, kemenangan kecuali berpegang teguh dengan perkara yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, โ€˜๐‘Ž๐‘™๐‘Ž๐‘–๐‘˜๐‘ข๐‘š ๐‘๐‘–๐‘ ๐‘ ๐‘ข๐‘›๐‘Ž๐‘ก๐‘– ๐‘ค๐‘Ž ๐‘ ๐‘ข๐‘›๐‘›๐‘Ž๐‘ก๐‘– ๐‘˜โ„Ž๐‘ข๐‘™๐‘Ž๐‘“๐‘Ž๐‘ข๐‘Ÿ๐‘Ÿ๐‘Ž๐‘ ๐‘ฆ๐‘–๐‘‘๐‘–๐‘›, tidak akan bangkit umat kecuali dengan ๐พโ„Ž๐‘–๐‘™๐‘Ž๐‘“๐‘Žโ„Ž ๐ผ๐‘ ๐‘™๐‘Ž๐‘š๐‘–๐‘ฆ๐‘ฆ๐‘Žโ„Ž โ€˜๐‘Ž๐‘™๐‘Ž ๐‘š๐‘–๐‘›โ„Ž๐‘Ž ๐‘›๐‘ข๐‘๐‘ข๐‘ค๐‘ค๐‘Žโ„Ž.
Saat warga Jakarta, Jawa Barat, Banten serta perwakilan dari berbagai daerah dan 15 negara berkumpul di stadion Gelora Bung Karno yang dalam satu hari itu berubah menjadi Gelora Bumikan Khilafah, Hasan menangis dan semakin yakin bahwa saatnya khilafah berdiri telah dekat. 
.
Pidatonya bukan hanya ingin disampaikan kepada para hadirin, tapi juga ingin ia sampaikan kepada Al-โ€˜Alamah Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani yang telah berada di alam barzakh, seandainya Allah memanjangkan umurnya hingga hari ini, hingga ia dapat menyaksikan kaum Muslim yang menyerukan khilafah. โ€œBeliau pasti akan senang dan meninggal dunia dengan bahagia. Semua ini adalah buah dari apa yang beliau perjuangkan,โ€ ungkapnya. 
.
Setelah pulang dari muktamar ini, Hasan bertekad akan menemui Presiden Mesir Ahmad Mursyi serta Ulama Al-Azhar Syekh Ali Jumaโ€™ah untuk menyeru keduanya tentang kewajiban menegakkan khilafah. Akankah tekadnya terwujud?[] 
.
Penerjemah: Roni Ruslan
Penulis: Joko Prasetyo
.
๐ท๐‘–๐‘š๐‘ข๐‘Ž๐‘ก ๐‘๐‘Ž๐‘‘๐‘Ž ๐‘Ÿ๐‘ข๐‘๐‘Ÿ๐‘–๐‘˜ ๐‘†๐‘œ๐‘ ๐‘œ๐‘˜ ๐‘ก๐‘Ž๐‘๐‘™๐‘œ๐‘–๐‘‘ ๐‘€๐‘’๐‘‘๐‘–๐‘Ž ๐‘ˆ๐‘š๐‘Ž๐‘ก ๐‘’๐‘‘๐‘–๐‘ ๐‘– 107: ๐ต๐ต๐‘€ ๐‘๐‘Ž๐‘–๐‘˜ ๐ฟ๐‘Ž๐‘”๐‘–, ๐‘…๐‘’๐‘ง๐‘–๐‘š ๐‘๐‘’๐‘œ๐‘™๐‘–๐‘ ๐‘†๐ต๐‘Œ ๐‘‡๐‘–๐‘๐‘ข ๐‘…๐‘Ž๐‘˜๐‘ฆ๐‘Ž๐‘ก (11 – 25 ๐‘†๐‘ฆ๐‘Žโ€™๐‘๐‘Ž๐‘› 1434 ๐ป/ 21 ๐ฝ๐‘ข๐‘›๐‘– – 4 ๐ฝ๐‘ข๐‘™๐‘– 2013).

Loading

Views: 17

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Tulisan Terkait

๐“๐ˆ๐ƒ๐€๐Š ๐’๐„๐Š๐€๐ƒ๐€๐‘ ๐‘ฉ๐‘ฌ๐‘จ๐‘ผ๐‘ป๐‘ฐ๐‘ญ๐‘ผ๐‘ณ, ๐‰๐”๐ƒ๐”๐‹ ๐‰๐”๐†๐€ ๐‡๐€๐‘๐”๐’ ๐‘ท๐‘ถ๐‘พ๐‘ฌ๐‘น๐‘ญ๐‘ผ๐‘ณ๐‘ณ(๐“๐ž๐ค๐ง๐ข๐ค ๐Œ๐ž๐ง๐ฎ๐ฅ๐ข๐ฌ ๐‘ญ๐’†๐’‚๐’•๐’–๐’“๐’† ๐‘ต๐’†๐’˜๐’”)

๐๐€๐’๐“๐ˆ๐Š๐€๐ ๐€๐๐€๐“๐Ž๐Œ๐ˆ ๐…๐ ๐˜๐€๐๐† ๐€๐๐ƒ๐€ ๐๐”๐€๐“ ๐’๐”๐ƒ๐€๐‡ ๐‹๐„๐๐†๐Š๐€๐! (๐‘‡๐‘’๐‘˜๐‘›๐‘–๐‘˜ ๐‘€๐‘’๐‘›๐‘ข๐‘™๐‘–๐‘  ๐น๐‘’๐‘Ž๐‘ก๐‘ข๐‘Ÿ๐‘’ ๐‘๐‘’๐‘ค๐‘ )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA