Bangladesh di Persimpangan Jalan, Islam Solusinya

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Kerusuhan mengerikan meletus di pusat ibu kota Bangladesh dan memuncak pada Senin (5/8/2024) yang telah menyebabkan sedikitnya 109 tewas, termasuk menewaskan seorang warga negara Indonesia (WNI). Berdasarkan data kepolisian, pejabat pemerintah, dan dokter-dokter rumah sakit setempat, total 409 orang tewas di Bangladesh sejak unjuk rasa marak pada Juli lalu.

Kericuhan ini juga berujung mundurnya Sheikh Hasina dari jabatan Perdana Menteri yang sudah 15 tahun lebih dipegangnya, pada hari yang sama saat puncak kerusuhan terjadi. Ia kabur meninggalkan Ganabhaban, kediaman resminya yang megah, menuju India dengan menggunakan helikopter dan telah mendarat di Agartala, ibu kota negara bagian Tripura di timur laut India.

Para demonstran mengabaikan jam malam yang diberlakukan militer dan nekat membanjiri jalanan ibukota Bangladesh. Usai Hasina kabur keluar negeri, ribuan demonstran menerobos masuk dan mengacak-acak kantor dan kediaman PM Bangladesh tersebut. Selain pemberlakuan jam malam, akses internet ikut dibatasi. Perkantoran juga ditutup dan lebih dari 3.500 pabrik yang melayani industri garmen, yang penting secara ekonomi di Bangladesh, ditutup akibat demo besar ini.

Kendaraan lapis baja dikerahkan oleh tentara dan polisi di berbagai area Dhaka, ibu kota Bangladesh, untuk mengontrol massa demonstran. Barikade yang dipasang disertai kawat berduri pada ruas jalanan menuju kantor PM Bangladesh pun roboh akibat serbuan massa dalam jumlah besar yang membanjiri jalanan. Para demonstran dan para pendukung pemerintah dilaporkan saling berkelahi di berbagai wilayah, dengan melibatkan tongkat dan pisau. Situasi itu mendorong pasukan keamanan Bangladesh untuk melepaskan tembakan ke arah kerumunan massa.

Kekerasan ini menjadi salah satu hari paling mematikan dalam sejarah kerusuhan sipil di Bangladesh. Peristiwa ini juga mungkin merupakan ujian terbesar bagi Sheikh Hasina.

Penyebab Kerusuhan

Kerusuhan di Bangladesh berawal dari aksi demonstrasi yang dilakukan oleh aktivis mahasiswa di Universitas Dhaka, universitas terbesar di negara itu. Aksi ini dipimpin oleh mahasiswa yang memprotes kebijakan kuota pegawai negeri sipil (PNS) untuk anak-anak setiap orang yang berjasa dalam memerdekakan negara itu dari Pakistan pada tahun 1971.

Pemberlakuan sistem kuota terbaru mencadangkan 30 persen jabatan di pemerintahan untuk anak-anak dari mereka yang berjuang untuk memerdekakan Bangladesh. Sementara itu, ada jatah 10 persen untuk perempuan, dan 10 persen untuk penduduk di distrik tertentu.

Para demonstran menilai sistem tersebut diskriminatif dan menguntungkan pendukung partai Liga Awami¹ yang dipimpin oleh Perdana Menteri Hasina. Mereka pun mendesak agar sistem kuota digantikan dengan sistem berbasis prestasi.

Awalnya aksi demonstrasi berlangsung damai. Namun protes berubah menjadi kekerasan setelah bentrokan dengan polisi dan kelompok mahasiswa pro-pemerintah. Protes yang terjadi berubah menjadi kekerasan yang juga menuntut pengunduran diri Hasina.

Perdana Menteri Hasina, yang memimpin sejak 2009, sebelumnya berkuasa tahun 1996 – 2001, dituduh memperkuat kekuasaan melalui lembaga negara. Dia juga dianggap menekan perbedaan pendapat.

Sejarah dan Profil Negara Bangladesh

Bangladesh mempunyai nama resmi Republik Rakyat Bangladesh merupakan negara di Asia Selatan yang berbatasan dengan India di barat, utara, dan timur, Myanmar di tenggara, serta Teluk Benggala di selatan. Bangladesh, bersama dengan Benggala Barat di India, membentuk kawasan etno-linguistik Benggala.

Bangladesh adalah salah satu negara dengan penduduk terpadat di dunia, dengan penduduknya tinggal di delta sungai yang bermuara di Teluk Benggala. Kemiskinan tersebar luas, tetapi Bangladesh dalam beberapa tahun terakhir telah mengurangi pertumbuhan penduduk dan meningkatkan kesehatan dan pendidikan. Kerusuhan yang terjadi banyak dikaitkan dengan stagnannya pertumbuhan lapangan kerja di sektor swasta dan tingginya angka pengangguran kaum muda. Bangladesh juga menghadapi kesulitan ekonomi dan mendapatkan dana talangan sebesar US$ 4,7 miliar (Rp 76 triliun) dari Dana Moneter Internasional (IMF) pada Januari tahun lalu setelah kesulitan membayar impor energi, yang mengurangi cadangan dolar dan meningkatkan inflasi.

Lebih dari 40 persen penduduk Bangladesh yang berusia antara 15-24 tahun tidak bekerja dan tidak mendapatkan pendidikan. Pemerintahan Hasina telah menggadaikan perekonomian dan sumber daya negaranya kepada perusahaan-perusahaan asing, terutama perusahaan Inggris, Amerika, Cina, dan India. Dia mulai bersandar pada utang ribawi di bawah syarat-syarat tidak adil dari Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia, dua institusi yang dikontrol oleh Amerika, di samping Bank Pembangunan Asia versi Cina (Asian Infrastructure Investment Bank -AIIB). Hal itu berarti bahwa kondisi di Bangladesh sedang dalam keadaan mencekam dan hampir meletus kekacauan.

Dulunya Bangladesh bernama Pakistan Timur, Bangladesh baru berdiri pada tahun 1971, ketika dua bagian Pakistan terpecah setelah perang sengit yang melibatkan negara tetangga India. Dia berada di bawah kekuasaan militer selama 15 tahun dengan situasi politik masih belum stabil.

Bangladesh bisa dikatakan sebagai negeri islami karena mayoritas penduduknya beragama Islam. Negara ini merupakan negara ke delapan terbesar di dunia dari sisi jumlah penduduknya. Jumlah penduduknya mencapai 171,2 juta jiwa dengan Islam sebagai agama resmi sekaligus agama mayoritas yang dianut nyaris 90 persen dari total jumlah penduduknya.

Pertarungan Internasional di Bangladesh

Pada tahun-tahun pertama abad ke-13 Masehi, kaum Muslimin telah membebaskan negeri Benggala². Akibat politik belah bambu yang diadopsi Inggris, Liga Awami, partai pendukung Hasina, menjadikan Pakistan Timur sebagai markas dengan kepemimpinan Syaikh Mujibu ar-Rahman yang merupakan agen Inggris. Dengan dukungan Inggris, ia mengumumkan kemerdekaannya dari Pakistan menjadi negara Bangladesh pada tahun 1971.

Hasina menjadi Perdana Menteri Bangladesh dari tahun 1996-2001 dan 2009-2024. Ia adalah anak Mujibu ar-Rahman dan telah mewarisi keagenan kepada Inggris. Selama memerintah, ia bekerja menghantam agen-agen Amerika dan mengonsentrasikan pengaruh militer Inggris di Bangladesh.

Dengan dasar dukungan partai Liga Awami yang merupakan partai sekuler, Hasina dan pemerintahannya selalu memerangi siapa pun yang berusaha agar Islam kembali masuk ke pemerintahan. Dia melarang semua jamaah yang berjuang atas nama Islam termasuk melarang aktivitas Partai Pembebasan pada 22 Oktober 2009. Banyak aktivis Islam yang ia jebloskan ke penjara dan bahkan menghukum mati beberapa pemimpin jamaah islami. Tak terhitung para pemuda anggota Partai Pembebasan dijebloskan ke penjara karena menyerukan penerapan syariah Islam secara keseluruhan berdasarkan al-Quran dan as-Sunnah.

Di antara aktivis-aktivis paling menonjol yang ditangkap dan dihukum mati atau wafat di dalam penjara di antaranya adalah para pemimpin al-Jamaah al-Islamiyah hingga sekarang ada tujuh orang ulama besar, di antara mereka lima orang telah dieksekusi dengan cara digantung dan dua orang wafat di dalam penjara sebelum dieksekusi (https://alestiklal.net/, 6/8/2024).

Pasca Hasina mundur, pada hari yang sama, Panglima militer Bangladesh Jenderal Wakru az-Zaman mengumumkan bahw aia mengambil tanggung jawab penuh untuk membentuk pemerintahan sementara. Jenderal Wakru az-Zaman adalah seorang perwira di pasukan infanteri yang diangkat menjadi panglima militer pada bulan Juni lalu. Hasina sangat memercayainya karena memiliki hubungan kekerabatan jauh dan ia bekerja sebagai penasihat Hasina di kantornya.

Untuk menyenangkan Amerika dan memutus jalan bagi Amerika dari melihat kecerdikan Inggris, Presiden Bangladesh Muhammad Syihabuddin pada Rabu (7/8/2024) mengambil sumpah dari Muhammad Yunus (84), peraih hadiah Nobel perdamaian dan pro Amerika, untuk memimpin pemerintahan sementara. Jenderal Wakru az-Zaman pun mengumumkan pembentukan pemerintahan transisi setelah PM Sheikh Hasina melarikan diri.

Ini merupakan cara Inggris menyelamatkan diri dari kejatuhan dan tetap bisa menjaga pengaruhnya ketika agen mereka yaitu Hasina lari ke India. Dengan cara ini pula, pemerintahan sementara Bangladesh berupaya membungkam para pengunjuk rasa dengan perginya Hasina dan menyenangkan Amerika dengan penunjukan Muhammad Yunus.

Aksi licik Inggris ini mampu menghilangkan protes dengan menjauhkan Hasina dan memuaskan Amerika dengan penunjukan seorang loyalis AS yang sudah lanjut usia. Hasilnya, Inggris tetap memegang pemerintahan di Bangladesh melalui panglima militer, seperti apa yang terjadi sebelum larinya Hasina ke luar negeri.

Seruan Partai Pembebasan

Partai Pembebasan (Hizbut Tahrir) merupakan partai politik yang ideologinya adalah Islam dan tidak mengambil aksi-aksi fisik sebagai metodenya, melainkan melakukan perjuangan politik dan pergolakan intelektual. Dalam setiap aktivitasnya, Partai Pembebasan menyerukan kembalinya Islam masuk ke dalam pemerintahan melalui tegaknya daulah al-Khilafah ar-Rasyidah.

Pada Jumat (9/8/2024), Partai Pembebasan wilayah Bangladesh menggelar unjuk rasa di gerbang utara masjid pusat Baitul Mukaram di jantung kota Dhaka. Ribuan aktivis pendukung Partai Pembebasan dan umat Islam pada umumnya turun ke jalan sambil bertakbir menyerukan slogan-slogan seperti: Khilafah akan membawa tiran Hasina ke pengadilan, hukuman satu-satunya jalan menuju pembebasan adalah khilafah, dan khilafah adalah satu-satunya solusi sesuai ajaran Rasulullah saw.

Dalam aksi tersebut, Partai Pembebasan menyerukan kepada rakyat Bangladesh khususnya umat Islam Bangladesh haruslah mengambil pelajaran sebab saat ini Bangladesh sedang di simpang jalan. Pilihan satu-satunya untuk membebaskan Bangladesh dan negeri-negeri Islam lain adalah kembali kepada khilafah ala min haji an nubuwah yang akan menerapkan syariat Islam secara kafah, mengurus rakyat berdasarkan syariat Islam yang rahmatan lil alamin, menjamin kebutuhan pokok setiap individu rakyat mulai dari sandang, pangan, maupun papan, serta menjamin pendidikan dan kesehatan gratis tiap individu rakyat.

Seruan-seruan tersebut disampaikan melalui orasi dan spanduk, pamflet, dan sejenisnya yang dibentangkan oleh peserta aksi Partai Pembebasan. Aksi ini cukup menarik perhatian di Bangladesh maupun dunia Internasional. Dalam aksi unjuk rasa tersebut, pimpinan puncak organisasi tersebut menyampaikan serangkaian apa yang disebut “isu” yang mengungkap lembaga radikal berbahaya yang menyamar sebagai “tugas keagamaan”. Para pemimpin Partai Pembebasan berfokus pada dugaan penindasan oleh mantan Perdana Menteri Sheikh Hasina dan menggambarkan pemerintahannya sebagai “tirani” dan bersekutu dengan kekuatan Barat. Mereka mengritik “sistem demokrasi sekuler” dan menyebutnya korup dan menindas.

Selain itu, Partai Pembebasan di dalam aksinya juga menyampaikan bahwa syariat Islam akan memutus mata rantai penjajahan Barat lewat intervensi politik, ekonomi, maupun undang-undang sekuler mereka. Kekayaan alam Bangladesh akan digunakan untuk kepentingan rakyat. Tidak hanya itu, dengan tegaknya khilafah akan melepaskan belenggu nation state yang selama ini memenjarakan negeri-negeri Islam. Khilafah akan menyatukan negeri-negeri Islam menjadi negara adidaya yang kuat. Inilah kekuatan dan keberkahan bagi umat Islam. Allah Akbar!

Oleh: Erlina YD
Sahabat Feature News

(Dari berbagai sumber)

(1) Liga Awami Bangladesh adalah partai politik sekuler di Bangladesh. Partai ini diketuai oleh Sheikh Hasina, putri dari Sheikh Mujibu ar-Rahman. Partai ini adalah partai terbesar kedua di parlemen Bangladesh setelah Partai Nasionalis Bangladesh.
(2) Benggala merupakan sebuah istilah geografi sejarah, etnolinguistik dan budaya yang merujuk pada wilayah di bagian timur anak benua India di atas Teluk Benggala. Wilayah Benggala inti terbagi antara Bangladesh dan negara bagian Benggala Barat, India.

Loading

Views: 8

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA