Setelah Mendengar Pemaparan Materi, Tertarik untuk Mengkaji

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads
Setelah Mendengar Pemaparan Materi, Tertarik untuk Mengkaji

Tinta Media – “Pengajiannya ini sebulan sekali atau seminggu sekali?
Kalau seminggu sekali di mana tempatnya?” Salah satu pertanyaan dari
peserta yang duduk di barisan paling depan kepada panitia setelah mendengarkan
pemaparan materi yang disampaikan oleh Ustazah Fatimah.

***

Setiap Ahad pekan keempat merupakan agenda rutin yang
diselenggarakan oleh Formusda (Forum Muslimah Perindu Surga) bekerja sama
dengan Majelis Taklim di beberapa perumahan wilayah Batu Aji, Batam.

Formusda adalah sebuah komunitas dakwah yang terdiri dari Muslimah
yang memiliki tujuan _li isti’nafil hayatil Islam_ (melanjutkan kehidupan
Islam). Adapun aktivitasnya adalah melakukan penyadaran di tengah-tengah
masyarakat melalui dakwah _fikriyah_ (pemikiran) bahwa Islam bukan sekadar
ibadah ritual semata, namun Islam merupakan akidah yang memancarkan segenap
aturan dalam seluruh aspek kehidupan.

Bulan September 2024, Hari Ahad, bertepatan dengan tanggal
22, kegiatan Formusda terselenggara di Masjid Fisabilillah, Perumahan Gesya
Eternal Marina.

Masjid yang tidak begitu besar, hanya berukuran 8 X 8 M,
dengan cat warna hijau itu dipenuhi peserta yang datang dari berbagai
perumahan, seperti: Perumahan Taman Kota Mas Marina, Perumahan Permata Laguna,
Marina Green dan lain sebagainya.

Seperti biasa, acara Formusda ini berlangsung selama dua
jam. Di mulai tepat pukul 09.00 WIB. Namun, antusiasme peserta baru terlihat
ketika materi disampaikan.

“Ibu-ibu cinta gak sama suaminya?” Tanya pemateri
yang suka dipanggil Teteh Fatimah ini kepada peserta.

“Cinta…,” jawaban peserta disertai gelak tawa
peserta.

“Suaminya cinta nggak?” Teteh melanjutkan
pertanyaan.

Jawaban dari peserta tidaklah sama, seperti rasa permen yang
beraneka macam rasa. Ada yang menjawab ‘cinta’ ada yang menjawab ‘nggak tahu’
ada yang hanya tertawa penuh makna.

Pertanyaan itu dilontarkan oleh pemateri bukan untuk melawak
atau membuat lelucon. Namun ada hal penting yang ingin disampaikan dengan
analogi.

“Oke, kita lanjutkan ibu-ibu. Saya izin sambil berdiri
ya,” ucap Teteh ketika hendak menjelaskan inti materi.

Karena masih dalam suasana Maulid, Teteh menjelaskan kepada
peserta bahwa fenomena peringatan Maulid Nabi tak ubahnya hanya sebatas ritual
tahunan yang tidak membawa dampak apa pun terhadap kaum muslimin dalam
kehidupan sehari-hari.

Sikap dan perilaku mereka yang mengaku muslim saat ini jauh,
bahkan bertolak belakang dari apa yang dicontohkan oleh Rasulullah saw.

“Lantas, di mana bukti cinta itu?” tanya Teteh
kepada peserta.

“Cinta kepada Rasulullah sama dengan cinta kepada
Allah. Wujud mahabbah (cinta) kepada Allah Swt. itu beralamat yakni taat. Wujud
mahabbah (cinta) kepada Allah Swt. itu bersyarat yakni ittiba
(mengikuti),” ucap wanita yang kini berusia 38 tahun itu menerangkan
dengan gamblang.

Meskipun materi yang disampaikan sangat berbobot, wanita
yang cukup menguasai tsaqofah keislaman ini mampu mengemas dengan bahasa yang
ringan dan santai. Sehingga peserta yang notabene adalah ibu-ibu rumah tangga
dengan mudah memahaminya.

Sebagai selingan sekaligus menguatkan fakta, pemateri
menayangkan beberapa video singkat tentang kasus pembunuhan, pemerkosaan yang
dilakukan oleh pelajar SMP,  pengangguran
dan badai PHK.

Hal itu disampaikan oleh pemateri sebagai bukti bahwa
kehidupan kita saat ini sedang tidak baik-baik saja. Diakui atau tidak itu
bagian dari akibat tidak taat kepada Allah Swt. dan tidak mengikuti/ meneladani
Rasulullah saw. 

Kemudian Teteh mengutip ayat Al-Qur’an surah Taha ayat 124,
yang artinya, “Dan barang siapa berpaling dari peringatanku, maka sungguh
baginya adalah kehidupan yang sempit. Kami akan mengumpulkannya pada hari
kiamat dalam keadaan buta”.

“Maka, jika mengaku cinta kepada Rasulullah saw.
seharusnya mengikuti dan meneladani dalam seluruh aspek kehidupan. Mulai dari
yang terkecil sampai yang besar, mulai dari masuk kamar mandi sampai urusan
politik dan bernegara. Karena Rasulullah saw. adalah sebaik-baik teladan dan
sebaik-baik pemimpin. Namun, kenyataan saat ini, aturan yang dipakai masyarakat
dan diterapkan oleh negara bukanlah aturan Islam sebagaimana yang diterapkan
Rasulullah. Maka wajar jika kehidupan kita saat 
terasa menyesakkan dada,” terang Teteh.

Kemudian pemateri memberikan penekanan kepada seluruh
peserta, jika ingin kehidupan ini berubah, tidak ada cara lain kecuali dengan
mengikuti Rasulullah saw. dalam bernegara, menerapkan syariat Islam dalam
seluruh aspek kehidupan melalui institusi yang bernama Khilafah.

“Mungkin hanya itu yang dapat saya sampaikan, mohon
maaf jika ada kekurangan. Saya kembalikan ke MC,” ujar Teteh di akhir
penyampaian.

Dari aura yang terpancar, 50 lebih peserta hari itu
terpuaskan dengan penjelasan yang disampaikan.

Acara belum selesai, masih ada beberapa rangkaian acara
seperti: ice breaking, diskusi, 
pembagian door prize, dan doa penutup. Tepat pukul 11.00 WIB, acara
ditutup oleh MC dan foto bersama antara panitia pelaksana dan peserta.

Setelah foto bersama, sebagian peserta langsung meninggalkan
masjid menuju rumah mereka masing-masing, ada juga beberapa yang menemui
panitia untuk menanyakan beberapa hal.

“Pengajiannya ini sebulan sekali atau seminggu sekali?
Kalau seminggu sekali di mana tempatnya?” Salah satu pertanyaan dari
peserta yang duduk di barisan paling depan kepada panitia setelah mendengarkan
pemaparan materi yang disampaikan oleh Ustazah Fatimah.

“Ada yang seminggu sekali ada yang sebulan sekali, Bu.
Jika Ibu ingin bergabung, boleh Bu. Silakan hubungi panitia,” kata salah
satu panitia Formusda.

Untuk selanjutnya orang-orang yang tertarik untuk mengikuti
kajian rutin akan ditindaklanjuti oleh panitia. Panitia berharap semoga
orang-orang yang hadir di acara tersebut tercerahkan dan semangat untuk
mengkaji Islam dan berjuang bersama mewujudkan tegaknya Islam Kaffah dalam
bingkai khilafah.

Selesai

Oleh: L. Nur Salamah, Sahabat Feature News

Loading

Views: 3

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA