Tinta Media – Mudir Ma’had Al-Abqary KH Yasin Muthohar mengatakan, ibadah shaum (puasa) di bulan Ramadhan mengajarkan umat mengendalikan diri dari pengaruh buruk gadget.
“Ibadah shaum mengajarkan kepada kita untuk mengendalikan diri kita dari pengaruh gadget, mengendalikan jari jemari kita dari mengetik, dari nge-post, dari membuat konten-konten yang tidak bermanfaat, menikmati konten-konten yang tidak bermanfaat, menikmati konten-konten yang dilarang oleh Allah SWT,” tuturnya dalam Minute to Change: Puasa Gadget, Mengurangi Digital Overload, Senin (10/3/2025) di kanal YouTube One Ummah TV.
Namun yang menjadi catatan, Kiai Yasin menilai, beribadah di tengah banyaknya fitnah, godaan, ujian dan ketidakjelasan urusan manusia antara yang berpahala dan yang menimbulkan dosa tersebut, peluang mendapatkan pahala juga makin besar.
“Insyaallah dengan banyaknya tantangan, pahalanya akan semakin besar,” ujarnya.
Bahkan, lanjutnya, sebagaimana hadits riwayat Imam Muslim dalam shahihnya, Jilid: 4/2268 dan Tirmidzi dalam sunannya, Jilid: 4/489, ibadah di masa sulit pahalanya sama dengan berhijrah kepada Nabi SAW.
“Mu’qil bin Yasar berkata, Rasulullah SAW bersabda, ‘Beribadah pada masa-masa fitnah, pahalanya laksana berhijrah kepadaku’,” demikian bunyi hadist dimaksud.
Ia melihat, dewasa ini fitnah atau godaan ada di mana-mana, seperti fitnah televisi, medsos, berita hoaks, banyaknya tempat hiburan dan kemaksiatan, yang kesemuanya menjadi godaan bagi manusia untuk berbuat kemaksiatan dan meninggalkan aktivitas ibadah.
Karenanya pula, selain agar menjadi golongan yang senantiasa berdekat-dekat dengan Allah SWT, Kiai Yasin juga berharap semoga umat saat ini tak tergoda pengaruh buruk gadget.
“Mudah-mudahan kita tidak tergoda dengan gadget yang akan menjauhkan kita dari ibadah, menjauhkan diri dari Allah, melalaikan kita dengan menyia-nyiakan waktu yang sangat berharga di bulan Ramadhan ini,” pungkasnya.[] Al Akrom Billah
![]()
Views: 11
















