Ramadhan, Momentum Memahami Al-Qur’an sebagai Petunjuk Manusia

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Bulan Ramadhan menjadi momentum untuk memahami kedudukan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia. Hal tersebut ditegaskan oleh Aktivis Muslimah Ustadzah Iffah Ainur Rohmah dalam tayangan Ramadhan Momen Menegakkan Islam Kaffah di kanal YouTube Mutiara Islam Kaffah, Rabu (18/2/2026).

“Bulan Ramadhan sebagai bulan diturunkannya Al-Qur’an, semestinya senantiasa dipahami bahwa bulan ini adalah bulan di mana kita memahami bagaimana kedudukan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia, sebagai penjelasan dan pembeda antara yang hak dan yang batil,” tuturnya.

Pasalnya, ia melanjutkan, bahwa yang membedakan antara ideologi (mabda’) Islam dengan selain Islam adalah gaya hidup yang sesuai dengan Al-Qur’an dan gaya hidup yang tidak sesuai dengan Al-Qur’an.

Maka itu, Iffah menekankan, umat Islam harus memastikan memuraja’ah apakah ada di antara isi Al-Qur’an yang belum dipraktikkan dalam kehidupan.

Ia mencontohkan bahwa Rasulullah SAW selama Bulan Ramadhan melakukan murajaah seluruh isi Al-Qur’an kepada Malaikat Jibril untuk memastikan tidak ada satu pun yang terlewat, baik batasan maupun huruf-hurufnya.

“Sejatinya, yang dinamakan sebagai muraja’ah adalah memastikan tidak ada yang terlewat. Bahkan satu huruf pun tidak boleh ada yang terlewat,” kata Iffah.

“Maka, sudahkah semua amal kehidupan kita ini berpanduan Al-Qur’an? Dan sudahkah semua bagian dari Al-Qur’an hatta satu huruf yang diperintahkan untuk dipraktikkan sudah dipraktikkan di dalam kehidupan kita?” tanyanya.

Ia pun menilai bahwa sesungguhnya mayoritas isi Al-Qur’an saat ini belum dipraktikkan. “Jangankan memastikan huruf-hurufnya, bahkan keseluruhan yang dimaksud oleh Al-Qur’an itu saat ini masih diabaikan,” imbuhnya.

Bulan Amal

Iffah juga menuturkan bahwa Bulan Ramadhan adalah bulan amal atau bulan aksi, bukan sekadar bulan perenungan dan kontemplasi diri.

“Sungguhnya kita dapati kaum Muslimin senantiasa memanfaatkan Bulan Ramadan sebagai bulan untuk melakukan aksi-aksi besar, amal-amal yang luar biasa. Pencapaian target-target yang sangat luar biasa di atas kemampuan manusia untuk mencapainya yang di bulan-bulan lain terasa sangat berat,” tuturnya.

Ia menggambarkan bahwa pada masa Rasulullah SAW, di Bulan Ramadhan umat Islam meraih kemenangan-kemenangan besar yang melampaui imajinasi manusia.

“Maka hari ini kalau kita bicara tentang memperjuangkan penegakan Islam kaffah, memperjuangkan kembalinya hukum-hakum Allah, menjadikan panduan kehidupan kita dengan ayat-ayat Al-Qur’an secara kaffah, marilah kita gunakan Bulan Ramadhan ini sebagai bulan amal, mengenalkan Islam kaffah dan meyakinkan bahwa Islam kaffah itu sesungguhnya adalah kemuliaan bagi umat Islam,” pesannya.

Islam kaffah yang dimaksud, terang Iffah, bukanlah hanya Islam yang dipraktikkan oleh individu, keluarga, atau komunitas. Akan tetapi Islam yang dipraktikkan secara menyeluruh oleh negara.

“Institusi politik yang pernah dicontohkan Rasulullah SAW dengan istilah Khilafah Islamiyah,” tutup Iffah.[] Muhammad Nur

Loading

Views: 5

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA