105 Tahun Tanpa Perisai, Nestapa Umat Tak Kunjung Usai

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Pada akhir Rajab 1342 H (Maret 1924 M), Khilafah Islamiah diruntuhkan oleh seorang pengkhianat berdarah Yahudi bernama Mustafa Kemal Atatürk laknatullah. Keruntuhan Khilafah ini menimbulkan banyak konflik dunia. Selama 105 tahun, umat Islam terpecah menjadi lebih dari lima puluh negara. Bahkan, tidak jarang terjadi permusuhan dan pertumpahan darah antarsesama negeri muslim.

 

Berbagai penderitaan dirasakan oleh seluruh kaum muslim di dunia, seperti genosida muslim di Gaza, krisis di Sudan, pembantaian kaum muslim Rohingya di Myanmar, serta penindasan muslim di Turkistan Timur oleh Tiongkok.

 

Selain itu, ketiadaan Khilafah memberikan kebebasan bagi negara-negara imperialis Barat untuk menjarah kekayaan alam dunia Islam demi memperkaya diri mereka, sementara mayoritas kaum muslim sebagai pemilik kekayaan tersebut dibiarkan menderita. Bahkan, mereka tidak segan membunuh kaum muslim yang melawan aksi penjajahan mereka.

 

Tidak sampai di situ, antek-antek penjajah seperti Amerika Serikat, Inggris, Belanda, Belgia, Prancis, dan sebagainya memerangi umat Islam atas nama demokrasi dan perang melawan terorisme. Jutaan muslim di Irak, Afganistan, dan Libya menjadi korbannya. Dari demokrasi inilah lahir para penguasa ruwaibidhah, yaitu mereka yang menolak Al-Qur’an dan Sunah untuk diterapkan dalam seluruh aspek kehidupan.

 

Para penguasa inilah yang secara terang-terangan menjadi musuh rakyatnya sendiri. Bagaimana tidak, mereka menjalin hubungan dengan Zionis Yahudi, seperti melalui Perjanjian Camp David, serta berbagai hubungan diplomatik, termasuk perdagangan. Bahkan, mereka menyokong genosida di Gaza dengan tetap membuka jalur perdagangan dan pelayaran bagi kapal-kapal logistik kaum Yahudi.

 

Para penguasa ruwaibidhah membantu Presiden AS untuk menjadikan Gaza berada di bawah kendali Dewan Perwakilan Internasional. Mereka juga membantunya dalam mencabik-cabik Sudan serta memisahkan wilayah Darfur.

 

Para ruwaibidhah itu juga menyerahkan bagian lain dari tanah Islam, seperti Kashmir yang dibiarkan dianeksasi oleh kaum musyrik Hindu. Rusia pun dibiarkan menganeksasi Chechnya dan wilayah lain dari tanah kaum muslim di Asia Tengah. Masih banyak lagi konflik yang terjadi di dunia setelah Khilafah tiada.

 

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami dan meyakini bahwa satu-satunya jalan untuk menghentikan berbagai permasalahan dan penderitaan yang terjadi di dunia ini adalah dengan kembali menegakkan Khilafah serta kembali kepada Allah dengan menjalankan aturan-aturan yang telah ditetapkan, yaitu Al-Qur’an dan Sunah.

 

Keyakinan ini harus dikuatkan karena kita adalah bagian dari batu bata peradaban. Allah menghidupkan kita di zaman ini agar kita menjadi bagian dari para penolong agama Allah. Yakinlah bahwa jika kita menolong agama Allah, niscaya Allah akan menolong kita dan meneguhkan kedudukan kita. Wallahualam bissawab.

 

Oleh: Ummu Aiman,

Sahabat Tinta Media

Loading

Views: 22

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA