Bergabung dengan BoP, Pengkhianatan terhadap Muslim Palestina

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Indonesia resmi bergabung dan menandatangani Board of Peace atau Dewan Perdamaian Dunia yang dibentuk Presiden Amerika, Donald Trump.

 

Sebagaimana diberitakan dalam Sekretariat Kabinet Republik Indonesia, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan optimisme kuat terhadap tercapainya perdamaian di Jalur Gaza usai menandatangani Piagam BoP yang diinisiasi oleh Presiden Amerika Serikat. Optimisme tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam keterangannya kepada awak media di Davos, Swiss, pada Kamis (22/01).

 

Keputusan ini diambil dengan alasan sebagai wujud komitmen aktif Indonesia dalam menjaga perdamaian global, khususnya mendukung upaya perdamaian di Gaza dan kemerdekaan Palestina. Bahkan, pemerintah Indonesia harus menggelontorkan uang demi bergabung dengan BoP ini. CNBC Indonesia memberitakan bahwa Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, buka suara mengenai iuran yang harus dibayarkan Indonesia secara sukarela setelah bergabung dengan BoP. Besaran iuran yang harus dibayarkan Indonesia disebut mencapai US$1 miliar atau setara Rp16,7 triliun.

 

Keputusan pemerintah Indonesia bergabung dengan BoP ini membuat kecewa umat Muslim, bahkan masyarakat dunia. Mereka menyayangkan keputusan tersebut karena nyata terlihat keberpihakan Trump. BoP adalah senjata untuk makin menghancurkan rakyat Palestina.

 

Fakta berbicara, BoP dibentuk bukan untuk perdamaian Palestina karena rakyat Palestina tidak dilibatkan. Berdasarkan perkembangan terkini hingga Februari 2026, serangan militer Israel ke Jalur Gaza tetap berlanjut dan bahkan meningkat intensitasnya meskipun BoP yang digagas untuk menyelesaikan konflik Gaza telah dibentuk dan disahkan.

 

Board of Peace dibentuk hanya untuk kepentingan geopolitik dan ekonomi AS. Trump ingin menguasai Gaza dan mengusir penduduknya, kemudian membangun Gaza baru berisi gedung-gedung pencakar langit, wisata pantai, pelabuhan, bandara, menara, dan apartemen. Dengan dibentuknya BoP, Palestina semakin hancur. Keberadaan negara-negara Muslim, termasuk Indonesia, hanya menjadi pelengkap legitimasi. BoP adalah alat bagi Trump untuk merealisasikan 20 poin rencana atas Gaza.

 

Dengan bergabungnya negeri-negeri Muslim dalam BoP, hal itu merupakan tindakan pengkhianatan terhadap Muslim Gaza. Tidak selayaknya para pemimpin Muslim justru mengikuti dan tunduk pada arahan Amerika yang nyata-nyata pro-Zionis dan semakin menguatkan penjajahan. Padahal Allah Swt. telah berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian menjadikan Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin.“ (QS Al-Ma’idah [5]: 51)

 

Yang harus dilakukan oleh pemimpin negeri-negeri Muslim untuk menolong saudara-saudara kita di Palestina adalah membebaskan mereka dari cengkeraman penjajah. Mereka tidak membutuhkan BoP. Perdamaian Palestina akan terwujud jika Zionis dilenyapkan dari bumi Palestina. Satu-satunya jalan untuk mengusir mereka adalah dengan jihad. Satu-satunya institusi yang bisa mengomandoi jihad akbar adalah khilafah. Negeri-negeri Muslim tidak boleh bersekutu dengan negara harbi fi‘lan, yaitu Amerika dan Zionis beserta antek-anteknya.

 

Jadi, saat ini Khilafah adalah kebutuhan yang mendesak. Umat harus menjadikan terwujudnya Khilafah sebagai agenda utama agar saudara-saudara kita di Palestina segera merdeka. Tanpa itu, mustahil kita mampu membebaskan mereka. Wallahualam bissawab.

 

Oleh: Sri Sulastri,

Sahabat Tinta Media

Loading

Views: 18

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA