BoP dan Luka Palestina: Kritik atas Keterlibatan Indonesia

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Rakyat negeri ini tidak ada hentinya dihadapkan pada berbagai masalah dengan beragam kasus yang semakin membingungkan. Contohnya, dengan adanya berita yang membuat umat Islam tercengang dari Buletin Dakwah Islam Kaffah—gagasan dari gembong penjajah AS di bawah pimpinan Donald Trump tentang Board of Peace. Kalimatnya begitu indah seakan menggelar perdamaian bagi Palestina, tetapi faktanya warga Gaza tetap dalam penjajahan. Narasinya indah, membuat hati tenteram, namun di balik itu semua faktanya bagaikan racun dibalut madu. Proyek penjajahan gaya baru ini semakin menambah nestapa warga Palestina. Indonesia dikabarkan masuk menjadi anggota BoP ini atas nama rakyat Indonesia. Yang menjadi pertanyaan, rakyat Indonesia yang mana yang mendukung menjadi anggota BoP?

 

Jika benar Presiden Indonesia Prabowo mendukung proyek penjajahan gaya baru ini, maka Palestina semakin terpuruk. Sangat berisiko bagi Indonesia jika mengakui dan mendukung BoP sebab hal ini menjadi kerugian bagi umat Islam. Negeri-negeri muslim yang sudah menjadi korban rekam jejak AS sebagai dalang penjajah, contohnya Sudan, Suriah, Afganistan, Irak, dan Libya. BoP yang diprakarsai AS ini adalah slogan perdamaian yang tidak berkeadilan dan keluar dari jalur kemanusiaan. Intinya, ini sebuah kesemuan dan kepura-puraan. Tidak dilibatkannya Palestina pun menjadi “big question mark” bagi umat Islam seluruh dunia, khususnya.

 

Dengan menggunakan hak vetonya, AS dengan sewenang-wenang membentuk _Board of Peace_, di mana BoP bentukan AS sama sekali tidak bermuatan perdamaian untuk Palestina, melainkan memiliki kepentingan geopolitik dan perekonomian AS. Donald Trump begitu ambisius ingin menguasai tanah Gaza dan meluluhlantakkan warga Palestina. Hingga saat ini, Palestina dibombardir terus-menerus. BoP hanya bertujuan menghancurkan Palestina dengan cara menggaet negeri-negeri muslim. Itulah bentuk kelicikan Trump karena ia membutuhkan pendukung untuk stempel atau legitimasi saja. Inilah cara Donald Trump memprakarsai BoP yang faktanya merupakan bentuk pengkhianatan terhadap umat muslim Gaza, bukan melepaskan Palestina dari penjajahan, malah ingin makin melegalkan penjajahan.

 

Sangat disesalkan, bahkan penguasa-penguasa Islam ikut bergabung mendukung BoP. Palestina hanya membutuhkan persatuan umat muslim seluruh dunia untuk bersuara sama tentang kebenaran Islam. Damai yang hakiki yakni bebas dari penjajah Zionis laknatullah yang segera hengkang dari Palestina. Harapan akan hal ini terwujud dengan jihad, dan pengusungnya adalah institusi-institusi yang ada di garda terdepan dengan komando Khilafah. Wallahualam bissawab.

 

Oleh: Ica,

Sahabat Tinta Media

Loading

Views: 15

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA