Tinta Media – Setiap hari, waktu demi waktu, kita terus dipertontonkan bagaimana genosida yang dilakukan Israel terhadap warga Palestina di Gaza. Berbagai penderitaan rakyat Gaza tidak menjadikan dunia ini mencari solusi mendasar untuk menghentikan Israel. Jelas berbagai perundingan dan gencatan senjata tidak digubris sedikit pun oleh Israel. Mereka tetap menyerang dengan brutal ke penduduk sipil seakan-akan ingin meratakan tanah Gaza.
Berbagai gelombang kemanusiaan di negeri-negeri pun terus diupayakan untuk mengurangi bahaya kelaparan yang urgensi di Gaza. Salah satunya upaya umat manusia membantu Gaza dengan mengumpulkan uang dan bantuan misi, yakni Gaza Sumud Flotilla yang terdiri dari banyak negara. Misi Gaza Sumud Flotilla ini adalah gerakan global ke Gaza dalam rangka mematahkan blokade Gaza melalui jalur laut dalam armada sipil terbesar. Ini semua tidak mampu menghentikan Israel yang dibantu sekutunya Amerika Serikat dengan campur tangan Trump sehingga genosida masih terus berlangsung hingga saat ini.
Berita hilir mudik tentang arogannya Netanyahu memerintahkan untuk merebut Gaza dan militernya mendesak warga Gaza mengungsi untuk ke sekian kalinya. Alasan keberadaan Hamas yang mereka anggap sebagai kelompok militan menjadi target bagi Israel membenarkan serangan demi serangan terhadap penduduk sipil yang tidak berdosa. Padahal, terang benderang tujuan utama penyerangan brutal tersebut adalah untuk menguasai Gaza sepenuhnya demi memperluas wilayah kekuasaan Israel. Sungguh nyata kezaliman ini, menganggap setiap nyawa warga Gaza dengan harga yang sangat murah guna mencapai tujuannya!
Jangan dilupakan juga diamnya para penguasa negeri-negeri Muslim atas yang tengah terjadi di Gaza memunculkan stigma jika mereka terjerat kerja sama yang manis dengan Israel dan sekutunya. Diamnya mereka menunjukkan pengkhianatan terhadap rakyat Palestina yang merupakan tetangga terdekatnya. Rakyat di dalam negeri-negeri Muslim pun seakan dibungkam agar tidak menyuarakan genosida Israel.
Maka, berbagai upaya saat ini dalam menghentikan serangan genosida Israel dinyatakan belum membuahkan hasil yang nyata bagi Gaza. Nation State yang diusung saat ini menjadi alasan utama diamnya para penguasa negeri-negeri lainnya untuk membantu Palestina secara langsung dengan menyerang Israel.
Akan berbeda ketika sistem Islam menjadi asas bagi tiap negeri. Karena, Islam akan menjadikan negeri-negeri yang mau tunduk dengan aturan Islam bersatu dan menjadi kekuatan besar di dunia. Sehingga, setiap bentuk kezaliman bagi negeri-negeri dalam kekuasaan Islam akan diperangi kembali dengan sepenuh hati. Seperti Gaza yang akan dibantu secara militer dan berjuang bersama-sama dengan solusi syar’i, yakni _jihad fii sabilillah_. Umat akan terus menyuarakan dan menuntut bantuan militer tersebut untuk menghentikan genosida di Gaza.
Sungguh, hanya jalan Islam dengan jihad fii sabilillah yang dikomando oleh Khilafah akan membantu secara nyata Gaza terlepas dari genosida Israel. Serangan militer hanya dapat diredam dan dipatahkan dengan serangan militer kembali. Gerakan kemanusiaan pun tetap memiliki peran dalam membantu warga sipil Gaza yang sangat menderita saat ini. Semua ini hanya bisa terwujud ketika Islam dijadikan sistem dalam aturan kehidupan secara menyeluruh. Wallahualam bissawab.
Oleh: Ageng Kartika
Sahabat Tinta Media
Views: 21
















